Terinspirasi Hakimi, Maroko Jadi Tuan Rumah dan Tim Paling Dijunggulkan di Piala Afrika 2025
📅 Selasa, 09 Des 2025, 07:55 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
JOHANNESBURG, AFRIKA SELATAN — Maroko datang ke Piala Afrika 2025 dengan status tim yang paling diunggulkan. Berstatus tuan rumah, mencatat rekor 18 kemenangan internasional beruntun, serta dipimpin kapten inspiratif Achraf Hakimi, Atlas Lions membidik trofi tertinggi sepak bola Afrika.
Ekspektasi publik di Maroko sangat tinggi. Mereka berharap tim nasional mampu mengangkat trofi Piala Afrika untuk kedua kalinya pada tanggal 18 Januari, tepat 50 tahun sejak terakhir kali melakukannya. Namun, jalan Maroko menuju kejayaan dipastikan tidak mudah.
Juara bertahan Pantai Gading, Mesir yang dikapteni Mohamed Salah, Nigeria yang diperkuat Victor Osimhen, serta Senegal yang dipimpin Sadio Mane diprediksi menjadi pesaing serius yang bisa menggagalkan mimpi tuan rumah.
AFP Sport mengulas turnamen sepak bola terbesar di Afrika ini, dari edisi perdananya pada 1957 hingga Piala Afrika 2025 yang diproyeksikan menyedot perhatian jutaan pemirsa televisi global sejak laga pembuka pada 21 Desember.
Latar Belakang
Sebaiknya Anda baca juga:
Edisi perdana Piala Afrika pada 1957 hanya diikuti Sudan (tuan rumah), Mesir (juara), dan Ethiopia. Afrika Selatan saat itu didiskualifikasi karena ingin menurunkan tim yang seluruhnya berkulit putih atau seluruhnya berkulit hitam.
Seiring waktu, jumlah peserta terus bertambah: menjadi enam tim pada 1963, delapan tim lima tahun kemudian, 12 tim pada 1992, 16 tim pada 1996, hingga akhirnya 24 tim untuk pertama kalinya ketika Mesir menjadi tuan rumah pada 2019.
Raja-raja Afrika
Sebaiknya Anda baca juga:
Mesir (7 gelar juara), Kamerun (5), Ghana (4), serta Pantai Gading dan Nigeria (masing-masing 3) menjadi negara paling dominan di Piala Afrika, dengan total 22 trofi dari 34 edisi.
Dominasi Mesir sangat terbantu oleh sosok-sosok legendaris seperti kiper Essam El Hadary, bek Wael Gomaa, serta gelandang Mohamed Aboutrika dan Mohamed Barakat, yang membawa The Pharaohs juara tiga kali beruntun pada 2006–2010.
Absennya Tim Besar
Ghana dan Tanjung Verde menjadi dua tim besar yang paling disorot karena gagal tampil di Piala Afrika 2025 usai menjalani kualifikasi yang buruk. Tanjung Verde hanya meraih satu kemenangan dari enam laga, sementara Ghana, juara empat kali, bahkan lebih buruk dengan hanya meraih tiga hasil imbang dan tiga kekalahan.
Tim Unggulan
Sebagai tuan rumah, Maroko menjadi tim yang paling difavoritkan. Mereka berambisi mengakhiri rentetan kekecewaan dalam beberapa edisi terakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!