Messi Bidik Gelar MLS Pertama Saat Miami Hadapi Vancouver yang Dipimpin Mueller
📅 Jumat, 05 Des 2025, 08:42 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
MIAMI, AMERIKA SERIKAT - Lionel Messi membidik puncak prestasinya di Major League Soccer (MLS) dengan membawa Inter Miami meraih gelar domestik pertama, saat menghadapi Vancouver Whitecaps dalam laga final yang berlangsung, Sabtu (6/12) waktu setempat.
Dua tahun setelah kehadirannya mengubah lanskap MLS, sang megabintang Argentina berusia 38 tahun kini selangkah lagi mewujudkan trofi yang telah lama diidamkan Miami sejak klub itu bergabung sebagai tim ekspansi pada 2020.
Setelah awal musim yang berliku, Messi memimpin laju playoff Miami dengan impresif. Total 17 gol dicetak klub tersebut hanya dalam lima pertandingan, menegaskan ledakan performa yang mereka tunjukkan menjelang partai puncak.
Namun, di hadapan Messi dan Miami berdiri Vancouver yang sedang melaju kencang. Kehadiran legenda Jerman, Thomas Mueller, sejak Agustus memberikan suntikan daya ledak baru bagi lini serang Whitecaps yang sebelumnya sudah berbahaya.
Mueller dan Messi menjadi dua dari empat pemain juara dunia—bersama Sergio Busquets dari Miami dan Rodrigo De Paul dari Argentina—yang akan tampil di Chase Stadium, Fort Lauderdale. Final MLS ini menjadi suguhan yang ideal bagi industri pemasaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, Mueller menepis anggapan laga nanti adalah duel pribadi antara dirinya dan Messi.
“Ini bukan Messi melawan Thomas Mueller,” ujar bintang Jerman itu usai membawa Vancouver mengalahkan San Diego 3-1 di final Wilayah Barat. “Ini Miami melawan Whitecaps.”
Keberadaan Miami di final terasa mustahil pada April lalu. Saat itu, skuad asuhan Javier Mascherano yang menua hanya meraih dua kemenangan dalam delapan laga dan terlihat kehabisan energi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rangkaian hasil buruk tersebut bahkan mencakup kekalahan agregat 1-5 dari Vancouver di CONCACAF Champions Cup.
‘Tak bisa berlari, tak bisa bertahan’
“Saya rasa mereka tidak bisa berlari, tidak bisa bertahan, dan tim ini tidak punya keseimbangan,” kritik pedas salah satu analis televisi kala itu—pandangan yang banyak diamini.
Delapan bulan berlalu, Miami tampil sebagai tim yang benar-benar berbeda.
Kehadiran gelandang Argentina Rodrigo De Paul menambah kekuatan dan mobilitas di lini tengah. Sementara keputusan Mascherano mencadangkan Luis Suarez yang sudah berusia 38 tahun dan memberi kesempatan kepada Mateo Silvetti yang masih 19 tahun menghadirkan kecepatan baru di lini depan.
Pelatih Whitecaps, Jesper Sorensen, mengatakan kemenangan ganda atas Miami pada April tidak bisa dijadikan patokan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!