Persepsi Masyarakat Pulih, Ruang Akselerasi 2026 Lebih Terbuka
Kamis, 04 Des 2025, 00:55 WIBJAKARTA - Dinamika ekonomi global menjelang penutupan tahun 2025, masih diwarnai fluktuasi dan ketidakpastian mulai dari kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) hingga perlambatan permintaan dunia.
Namun di tengah tekanan tersebut, indikator domestik menunjukkan ketahanan yang relatif kuat.
Kondisi itu pun turut menjadi sorotan utama pelaku industri serta pemangku kebijakan untuk menilai prospek ekonomi Indonesia tahun 2026.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro dalam Macro Economic Outlook 4Q2025, Rabu (3/12) mengatakan sejumlah data awal telah mengindikasikan perbaikan yang konsisten.
Tercermin dari Purchasing Manufacturing Index (PMI) meningkat ke 53,3, sementara indeks keyakinan konsumen mencapai titik tertinggi dalam lima bulan.
âPerbaikan ini menandakan pulihnya persepsi masyarakat terhadap prospek ekonomi, sekaligus membuka ruang akselerasi pada 2026,â ujar Andry.
Menurut Tim Ekonom Bank Mandiri, ketahanan Indonesia tidak terlepas dari efektivitas kebijakan pemerintah dan otoritas moneter yang berjalan secara sinergis.
Kebijakan moneter dan fiskal yang ekspansif serta serangkaian stimulus ekonomi berkontribusi mendorong pemulihan konsumsi masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III 2025 yang mencapai 5,04 persen serta inflasi yang terjaga di 2,7 persen menjadi bukti solid bahwa fundamental ekonomi tetap kokoh.
âSinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif menjadi jangkar kestabilan, sekaligus menyiapkan fondasi peningkatan aktivitas ekonomi tahun depan,â jelasnya.
Meski tekanan eksternal mendorong outflow portofolio dan depresiasi nilai tukar, respons pemerintah dan Bank Indonesia dinilai tetap efektif menjaga keseimbangan pasar keuangan.
Kenaikan belanja pemerintah, stabilnya pasar obligasi, serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menyentuh level all time high menunjukkan bahwa kepercayaan investor domestik masih kuat.
Melihat kondisi tersebut, Bank Mandiri memperkirakan ekonomi Indonesia berpeluang tumbuh 5,2 persen pada 2026, didorong konsumsi rumah tangga, pemulihan investasi, serta kebijakan fiskal yang lebih ekspansif.
Program strategis pemerintah diproyeksikan memberikan multiplier effect ke berbagai sektor, khususnya manufaktur, industri pengolahan, dan sektor padat karya.
Intermediasi Perbankan
Dari sisi intermediasi, Andry memandang sektor perbankan berada dalam kondisi yang mendukung.
Hal ini dapat terlihat pada, penyaluran kredit Bank Mandiri hingga kuartal III 2025 yang mampu tumbuh 11 persen secara year on year (yoy) lebih tinggi dibanding industri, didukung permintaan pembiayaan produktif serta likuiditas yang membaik.
Dominasi Current Account and Saving Account (CASA) alias dana murah pun turut menjaga efisiensi biaya dana.
Lebih lanjut Andry menegaskan, optimisme terhadap pemulihan ekonomi akan tetap terjaga selama koordinasi kebijakan terus berjalan efektif.
Dalam hal ini, sinergi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas, memperkuat produktivitas nasional, serta membuka ruang akselerasi pertumbuhan di tahun mendatang.
Sementara itu, direktur Masyarakat Ekonomi Politik Indonesia (MEPI) Iyuk Wahyudi menilai optimisme terhadap prospek ekonomi 2026 perlu dibaca dengan lebih hati-hati.
Ia mengatakan bahwa kenaikan Purchasing Managersâ Index (PMI) dan menguatnya indeks keyakinan konsumen memang mencerminkan perbaikan persepsi, namun belum sepenuhnya menjamin pemulihan yang bersifat struktural.
âData awal itu positif, tetapi tidak otomatis mencerminkan penguatan fondasi ekonomi.
Kita harus melihat apakah sektor riil benar-benar bergerak,â ujarnya.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Thailand Gunakan Radar untuk Membantu Pengendara Melacak SPBU yang Masih Jual BBM
-
Myanmar Gelar Pemilu Putaran Akhir, Partai Pro-militer Diprediksi Menang Telak
-
Alokasi Dana Desa Bengkulu 2026 Capai Rp377,08 Miliar
-
Pemprov DKI Kunci Mitigasi Cuaca Ekstrem, Jakarta Disiagakan Hadapi Akhir Tahun
-
Tradisi Labuhan Sarangan di Magetan
-
Kondisi Nagari Sungai Batang pascabencana susulan
-
Warga Kasemen Serang Sahur di Tengah Kepungan Banjir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.