Jerman Hancurkan Curacao, Jepang Tahan Belanda, Iran Tiba di Piala Dunia dengan Seruan Persatuan

Senin, 15 Jun 2026, 09:32 WIB

LOS ANGELES, AMERIKA SERIKAT — Jerman tampil perkasa dengan mengalahkan debutan Piala Dunia Curacao 7-1, Senin (15/6), sementara Jepang dua kali bangkit untuk menahan imbang Belanda 2-2. Di tengah persiapan turnamen, Iran akhirnya tiba di Amerika Serikat dengan membawa pesan persatuan di tengah situasi politik yang penuh ketegangan.

Curacao, negara dengan jumlah penduduk terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia, sempat memberikan perlawanan mengejutkan saat menghadapi juara dunia empat kali Jerman di Houston. Livano Comenencia mencetak gol penyama kedudukan yang menjadi sejarah sebagai gol pertama Curacao di ajang Piala Dunia.

Ket. Foto: Para pemain timnas Jerman melakukan selebrasi usai mencetak gol dalam laga Piala Dunia 2026 kontra Curacao, Senin (15/6) pagi WIB. — Sumber: AFP

Namun, keunggulan kualitas Jerman segera terlihat. Felix Nmecha membuka keunggulan Die Mannschaft, sebelum Kai Havertz mencetak dua gol, masing-masing satu di setiap babak, termasuk melalui titik penalti.

Meski memiliki sejarah panjang di turnamen ini, Jerman dalam beberapa edisi terakhir mengalami kesulitan. Kemenangan atas Curacao menjadi kemenangan pertama mereka dalam laga pembuka Piala Dunia sejak terakhir kali mengangkat trofi pada 2014.

Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, mengakui timnya sempat kehilangan kendali setelah Curacao menyamakan skor.

“Dibutuhkan beberapa menit bagi kami untuk kembali ke permainan setelah mereka mencetak gol. Curacao juga bisa bermain sepak bola, seperti yang kami lihat, dan saya penasaran bagaimana mereka akan tampil di fase grup berikutnya,” ujar Nagelsmann.

“Saya sangat puas karena kami mencetak tujuh gol dan sebagian besar penampilan kami sangat baik. Awal dengan kemenangan selalu penting, dan kami senang bisa melakukannya,” tambahnya.

Curacao berharap bisa memperbaiki performa pada dua laga tersisa di Grup E melawan Ekuador dan Pantai Gading.

“Tidak memalukan kalah seperti itu melawan tim sekelas mereka,” kata pelatih Curacao yang berasal dari Belanda, Dick Advocaat, yang kini berusia 78 tahun.

Di pertandingan lain, Jepang tampil gigih untuk memaksakan hasil imbang 2-2 melawan Belanda.

Kapten Belanda, Virgil van Dijk, membawa timnya unggul lewat sundulan indah di markas Dallas Cowboys, Arlington, Texas. Namun, Keito Nakamura segera menyamakan kedudukan untuk Jepang.

Belanda kembali memimpin melalui aksi individu Crysencio Summerville yang melepaskan tembakan melengkung indah ke sudut bawah gawang sesaat setelah pertandingan berjalan lebih dari satu jam.

Jepang kemudian memastikan satu poin berharga lewat gol penyama kedudukan pada menit ke-89. Gol tersebut tercatat atas nama Daichi Kamada setelah bola berubah arah akibat defleksi.

Di Philadelphia, Pantai Gading meraih kemenangan dramatis 1-0 atas Ekuador di Grup E. Gol tunggal Manchester United, Amad Diallo, pada menit ke-90 memastikan tiga poin bagi wakil Afrika tersebut.

Pertandingan sengit antara dua tim yang memiliki kekuatan seimbang tampaknya akan berakhir imbang, sebelum Diallo muncul untuk menyelesaikan umpan silang rendah Wilfried Singo.

Pada laga penutup Minggu, Swedia akan menghadapi Tunisia di Grup F.

Iran Tiba di Amerika Serikat

Di luar lapangan, perhatian tertuju ke Los Angeles setelah skuad Iran akhirnya tiba di Amerika Serikat setelah berbulan-bulan berada dalam ketidakpastian menjelang turnamen menyusul konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel dengan Republik Islam Iran.

Iran, yang memindahkan pusat latihan dari Arizona ke Tijuana, Meksiko akibat persoalan diplomatik, akan menghadapi Selandia Baru dalam Grup G pada Senin.

Tim Iran harus meninggalkan sebagian staf pendukungnya di Tijuana setelah Amerika Serikat menolak memberikan visa kepada sejumlah personel administrasi dan manajemen.

Dalam konferensi pers sehari sebelum pertandingan yang berlangsung lebih dari satu jam setelah Teheran dan Washington mengumumkan kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik, pelatih Iran Amir Ghalenoei mengatakan ketegangan politik dan persoalan visa telah mengganggu persiapan timnya.

Namun, ia menegaskan para pemain tidak akan terpengaruh oleh situasi di luar lapangan.

“Kami berada di sini untuk memainkan pertandingan yang bagus, pertandingan berkualitas tinggi. Kami tidak memperhatikan semua kegaduhan dan apa pun yang terjadi di sekitar kami,” ujar Ghalenoei.

Ia mengatakan semua tim memiliki masalah masing-masing dan banyak hal di berbagai negara yang tidak berkaitan langsung dengan sepak bola.

Menurut Ghalenoei, Iran datang ke Piala Dunia hanya untuk mewakili masyarakat negaranya, baik mereka yang tinggal di Iran maupun diaspora Iran di seluruh dunia.

“Kami bukan orang-orang politik. Sepak bola terpisah dari politik,” tegasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.