- Home
-
- Luar Negeri
-
- Thailand Gunakan Radar unt...
Thailand Gunakan Radar untuk Membantu Pengendara Melacak SPBU yang Masih Jual BBM
Senin, 23 Mar 2026, 14:10 WIBBANGKOK - Kementerian Energi Thailand sedang memajukan pelacakan digital, mendukung aplikasi bahan bakar buatan warga, dan menyiapkan platform untuk memantau ketersediaan minyak di seluruh negeri.
Sarawut Kaewtathip, direktur jenderal Departemen Bisnis Energi, menguraikan upaya untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi bahan bakar secara real-time di tengah kekhawatiran pasokan yang terkait dengan perang di Timur Tengah.
Ia menyoroti inisiatif publik oleh Chanon Ngernthongdee, yang menciptakan aplikasi "Pump Radar", yang memungkinkan pengguna untuk memeriksa SPBU mana yang masih menjual bahan bakar dan berbagi informasi terkini tentang ketersediaan bahan bakar.
Aplikasi ini juga memungkinkan masyarakat untuk memasukkan data yang memperbarui status minyak dari SPBU yang mereka kunjungi. Ia mengatakan kementerian telah berkoordinasi dengan pengembang untuk memperkuat sistem, mendorong operator SPBU untuk memasukkan data secara langsung.
"Kami telah menghubungi pengembang untuk meningkatkan sistem backend dan akan melibatkan operator dalam memberikan informasi yang akurat dan real-time," kata Bapak Sarawut.
Secara paralel, departemen sedang mempersiapkan peluncuran aplikasi sendiri, "Fuel Now", yang dirancang untuk melacak rute distribusi bahan bakar dan mengidentifikasi di mana pasokan tersedia di seluruh provinsi.
Filipina
Sebelumnya, dikabarkan bahwa Filipina kini mengizinkan penggunaan sementara bahan bakar yang lebih kotor di tengah krisis Timur Tengah. Hanya kendaraan dari tahun model 2015 dan sebelumnya, jeepney tradisional, pembangkit listrik dan generator, serta sektor kelautan dan pelayaran yang diizinkan menggunakan produk minyak bumi yang sesuai dengan standar Euro-II.
Bahan bakar ini lebih murah tetapi lebih kotor untuk memastikan pasokan saat negara tersebut mencari cara untuk mengatasi dampak krisis Timur Tengah. Departemen Energi (DOE) mengatakan hanya kendaraan model tahun 2015 dan sebelumnya, angkutan umum tradisional (jeepney), pembangkit listrik dan generator, serta sektor maritim dan pelayaran yang diizinkan menggunakan produk minyak bumi yang sesuai dengan standar Euro-II.
Kerja Sama Australia
Sebelumnya, diinformasikan bahwa Singapura dan Australia meningkatkan Perlindungan Perdagangan Minyak dan Gas. Para pemimpin Singapura dan Australian menyatakan keprihatinan mendalam pada hari Senin (23/3) atas situasi di Timur Tengah dan konsekuensinya bagi kawasan mereka.
Singapura dan Australia akan meningkatkan upaya untuk memastikan perdagangan barang-barang penting, termasuk diesel dan gas alam cair (LNG), tetap stabil dan memperkuat ketahanan rantai pasokan mereka. Demikian janji para pemimpin kedua negara pada hari Senin.
Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Lawrence Wong dan mitranya dari Australia, Anthony Albanese, menyatakan "keprihatinan mendalam" atas situasi di Timur Tengah dan konsekuensinya bagi kawasan mereka, termasuk dampaknya pada rantai pasokan dan harga energi.
Konflik AS-Israel dengan Iran telah merusak infrastruktur energi di negara-negara Teluk seperti Qatar, eksportir LNG utama, dan secara efektif menutup Selat Hormuz - tempat sekitar seperlima minyak dan LNG global biasanya melintas. Gangguan ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap pasokan energi global.
- Thailand
- krisis bbm
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Format Baru Jazz Goes To Campus, "The City Series" di TIM Padukan Musik dan Edukasi
-
Tailan Siap untuk Mediasi PBB Terkait Sengketa Maritim dengan Kamboja
-
Subsidi BBM Tetap Dilanjutkan, Kira-kira Apa Alasan Menkeu
-
Kearifan Lokal: Tradisi Menyambut Bulan Purnama di Banyuwangi
-
Parekraf Jakbar Perkuat Digitalisasi dan Kemandirian Pelaku Usaha
-
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Setelah 3 Tahun Dirawat di Rumah Sakit
-
Khofifah Dorong Pembangunan Berbasis Data dan Ilmu Pengetahuan dengan Kolaborasi Riset PTN Jatim Melaju
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.