Penyiar Radio Afrika Selatan Ditangkap Atas Dugaan Merekrut Pejuang untuk Rusia
📅 Kamis, 04 Des 2025, 04:45 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
JOHANESBURG - Seorang penyiar radio Afrika Selatan telah muncul di pengadilan atas tuduhan merekrut warga lokal untuk berperang demi Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Menurut polisi setempat, Nonkululeko Mantula, seorang presenter berusia 39 tahun di stasiun radio milik negara SAFM, ditangkap, AP melaporkan .
Dari Militarnyi, ia dituduh merekrut empat pria dan mengatur mereka untuk bergabung dengan tentara Rusia.
Polisi Afrika Selatan melaporkan bahwa tiga tentara bayaran ditahan saat mencoba menaiki pesawat ke Rusia melalui Uni Emirat Arab.
Polisi meyakini tentara bayaran lain yang direkrut oleh Mantula telah berangkat ke Rusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penangkapan presenter lembaga penyiaran negara itu terjadi di tengah penyelidikan terpisah terhadap putri mantan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, yang diduga merekrut 17 pria lainnya untuk berperang sebagai tentara bayaran untuk Rusia di Ukraina.
Pihak berwenang mencatat bahwa pekerjaan tentara bayaran adalah ilegal di Afrika Selatan.
Pejabat Afrika Selatan mengambil langkah untuk memperingatkan publik tentang kampanye di media sosial yang dipromosikan oleh para pemimpin opini yang menjanjikan pekerjaan atau kesempatan belajar di Rusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada tanggal 6 November, pemerintah melaporkan telah menerima permintaan bantuan dari 17 warga negara yang terlibat dalam perang di Ukraina dan sedang berupaya untuk memulangkan mereka.
Kemudian dilaporkan bahwa Duduzile Zuma-Sambudla, putri mantan Presiden Jacob Zuma, terlibat dalam perekrutan pria dari Afrika Selatan dan Botswana untuk bertugas di angkatan bersenjata Rusia.
Dia mengundurkan diri dari parlemen pada tanggal 28 November di tengah laporan mengenai perannya dalam perekrutan pria ke dalam tentara Rusia.
Pada tanggal 29 November, polisi Afrika Selatan menangkap empat pria yang direkrut sebagai tentara bayaran untuk tentara Rusia yang sedang dalam perjalanan ke Rusia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!