Korban Meninggal Tembus 708 Jiwa, 499 Hilang

Kamis, 04 Des 2025, 03:03 WIB

JAKARTA – Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menyampaikan korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Selasa (2/12), mencapai 708 jiwa.

“Rinciannya, Sumatera Utara korban meninggal dunia 294 jiwa dan hilang 155 jiwa. Kemudian, Provinsi Aceh per hari ini meninggal dunia 218 jiwa, hilang 227 jiwa,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers update penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

Ket. Foto: Tangkapan layar - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Abdul Muhari (tengah) konferensi pers update penanganan bencana banjir, longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Selasa (2/12/2025). — Sumber: Antara

Untuk Sumatera Barat, korban jiwa ada 196 jiwa dan dinyatakan masih hilang ada 117 jiwa.

Abdul Muhari menyampaikan kabupaten yang paling terdampak di Sumatera Utara adalah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara.

Distribusi logistik untuk Sumut dilakukan lewat tiga moda transportasi. “Untuk Sumatera Utara, proses distribusi logistik tetap kita upayakan dari tiga moda transportasi. Ada jalur darat, jalur udara dan jalur laut,” kata Abdul Muhari.

Untuk jalur darat, sebanyak enam truk dengan masing-masing membawa 15 ton logistik menuju Sumut.

Sementara untuk jalur logistik dari laut, pengiriman logistik dari Jakarta membawa 100 ton beras akan sampai di Sibolga. “Bantuan akan loading di Sibolga untuk didistribusikan ke kabupaten/kota terdampak, baik itu via jalur darat maupun jalur udara,” kata Abdul Muhari.

Untuk jalur udara, saat ini di Silangit, Tapanuli Utara, disiagakan 7 unit helikopter dan akan ditambah 3 unit helikopter milik TNI dan 4 unit helikopter BNPB. “Untuk distribusi logistik melalui jalur udara ini tonase angkutan tidak sebesar tonase angkutan jalur darat dan jalur laut, tetapi ini sangat penting untuk mendistribusikan meskipun dengan tonase dari 800 (kg) hingga 1,5 ton untuk bisa mencapai daerah-daerah yang saat ini belum bisa ditempuh dengan jalur darat,” kata Abdul Muhari.

Ia menambahkan untuk menyiasati peningkatan distribusi logistik jalur udara, BNPB bersama TNI, Polri, dan Basarnas akan menambah frekuensi penerbangan dan menambah unit helikopter atau pesawat caravan. “Ini kita targetkan rencana pengerahan hingga 30 unit baik itu heli dan caravan,” kata Abdul Muhari.

Minta Maaf

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan permintaan maaf atas penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang dinilai masih kurang optimal. “Pemerintah telah bekerja keras. Mohon maaf jika masih kurang maksimal,” kata Menko PMK Pratikno di Jakarta, Rabu (3/12).

Diakuinya geografi wilayah bencana sangat berat sehingga menyulitkan upaya distribusi logistik maupun pencarian korban. “Tantangannya sangat berat. Medan wilayahnya sangat luas. Cuaca juga masih belum mendukung. Tapi seluruh tim dikerahkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terisolir. Jadi mohon doa dan dukungan dari semuanya,” kata Menko Pratikno.

Menurut dia, pemerintah telah bekerja keras sejak hari pertama bencana. “Pak Presiden memerintahkan kepada seluruh jajaran kementerian dan lembaga untuk bekerja keras mengerahkan semua kekuatan untuk mengatasi bencana,” kata Menko Pratikno.

Saat ini penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera dalam tahap tanggap darurat.

Terpisah,Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi mengatakan pemerintah pusat dan daerah akan mengupayakan percepatan pemulihan sejumlah infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.

“Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, jembatan, rumah-rumah, jalan, dan infrastruktur yang rusak, Insya Allah, akan ditanggulangi secara bersama-sama,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Kota Padang, Rabu.

Gubernur Mahyeldi mengatakan setelah mendengarkan arahan dan pesan Kepala Negara yang tiba ke Kabupaten Padang Pariaman pada Senin (1/12), perbaikan dan pemulihan tersebut akan dikerjakan bersama-sama agar penanganan bencana dapat cepat dilakukan.

Setidaknya 16 ruas jalan provinsi mengalami kerusakan akibat terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah sejak 21 November 2025.

Mahyeldi mengatakan berdasarkan informasi dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait per Rabu pagi, semua daerah terdampak bencana hidrometeorologis provinsi itu sudah terakses.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional tetap aman sambil mengoordinasikan percepatan perbaikan lahan sawah rusak agar produksi pangan pulih optimal dan ketahanan pangan masyarakat terus terjaga stabil secara berkelanjutan.

“Kami siapkan cadangan beras tiga kali lipat dari kebutuhan. Kebutuhannya di sini 5 ribu ton seperti yang disampaikan Pak Gubernur Sumatera Utara. Kita siapkan tiga kali lipat cadangan. Jadi tidak usah khawatir masalah cadangan beras,” kata Mentan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu.

Amran meninjau wilayah yang terdampak banjir di Sumatera Utara untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan cepat.

Dua langkah utama ditekankan, yaitu penambahan cadangan beras dalam jumlah besar dan percepatan perbaikan sawah rusak.

Dalam kunjungan tersebut, Amran menekankan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, harus sepenuhnya terjaga. Ia menyampaikan pemerintah menyiapkan cadangan beras dalam jumlah jauh lebih besar dari kebutuhan.

Selain itu, saat meninjau hamparan sawah rusak 82 hektare, Mentan menegaskan pemerintah pusat mengambil alih seluruh proses pemulihan. Sawah akan dibangun ulang, dicetak kembali, dan ditanami hingga siap diserahterimakan kepada pemiliknya. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.