Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mendag Pasang Target Pertumbuhan Ekspor 9,6% pada 2029

📅 Selasa, 02 Des 2025, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mendag Pasang Target Pertumbuhan Ekspor 9,6% pada 2029 Doc: Antara
Ket. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menandatangani Memorandum of Understanding dengan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam Rapat Pimpinan Nasional 2025 Kadin Indonesia di Jakarta, Senin (1/12).

Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menargetkan pertumbuhan ekspor Indonesia sebesar 9,6 persen pada tahun 2029.

Mendag mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan pertumbuhan ekspor nasional pada tahun 2025 sebesar 7,1 persen dan saat ini sudah mencapai 6,96 persen, sehingga diharapkan akhir tahun dapat tercapai.

"Karena hitung-hitungan kami, ketika tahun ini 7,1 persen, kemudian tahun depan sekitar 7,09 persen dan seterusnya sampai tahun 2029 itu 9,6 persen," katanya dalam Rapat Pimpinan Nasional 2025 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Senin (1/12).

Dengan demikian, artinya target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen akan dapat tercapai.

"Jadi kita sudah simulasi, kita hitung-hitung berapa yang dibutuhkan pertumbuhan ekspor kita untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen," kata Budi Santoso.

Sebagai informasi, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas kementerian untuk meningkatkan kualitas dan nilai ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu penguatan kerja sama tersebut adalah dengan Kementerian UMKM.

Melalui kerja sama ini, ia mengharapkan mampu memperkuat daya saing pelaku UMKM, memperluas akses pasar mereka, dan memastikan keberlanjutan usaha para pelaku UMKM.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa Kemendag dan Kementerian UMKM bersinergi untuk mendorong UMKM agar naik kelas dan kedua instansi juga akan menyelaraskan kebijakan untuk memperkuat daya saing UMKM.

Di sisi lain, kedua kementerian juga turut membahas sejumlah upaya penguatan produk UMKM serta tindak lanjut atas maraknya impor pakaian bekas dan barang tanpa label yang berpotensi mengganggu UMKM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Memperbaiki Udara Jakarta, ...
Megapolitan
Polisi Gagalkan Peredaran N...

Blok M Diharapkan Menjadi Kawasan Percontohan Udara Bersih

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Blok M Diharapkan Menjadi...

Jakarta Terus Berupaya Memperbaiki Udara

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terus Berupaya Memp...
Megapolitan
Sumber Daya Hayati Berkelan...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 6
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.