Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jumlah Pendaftaran Pernikahan di Tiongkok Turun pada 2024

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 07:15 WIB | Oleh:
Jumlah Pendaftaran Pernikahan di Tiongkok Turun pada 2024 Doc: ANTARA/Xinhua/Li Gang
Ket. Sepasang pengantin baru terlihat dalam sebuah pernikahan massal di alun-alun selatan Museum Istana Shenyang di Shenyang, Provinsi Liaoning, Tiongkoktimur laut, 22 Mei 2025.

BEIJING, TIONGKOK - Tiongkok mencatatkan total 6,106 juta pendaftaran pernikahan sepanjang tahun 2024, turun 20,5 persen secara tahunan (year on year), demikian menurut sebuah buletin statistik yang dirilis Kementerian Urusan Sipil Tiongkok pada Rabu (30/7).

Dokumen tersebut juga menunjukkan tingkat pernikahan di kalangan warga Tiongkok mencapai 4,3 per 1.000 orang tahun lalu, turun 0,11 poin persentase dari tahun sebelumnya.

Pada 2024, total 3,513 juta perceraian tercatat di Tiongkok, menurut dokumen tersebut.

Setelah sembilan tahun berturut-turut mengalami penurunan dari 2013 hingga 2022, jumlah pendaftaran pernikahan di Tiongkok mengalami sedikit peningkatan pada 2023. Namun, tren penurunan kembali terjadi pada 2024 dan berlanjut hingga 2025.

Menurut statistik yang dirilis pada April, Tiongkok mencatatkan 1,81 juta pendaftaran pernikahan pada kuartal pertama tahun ini, menandai penurunan sebesar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pakar kependudukan di Universitas Renmin Tiongkok di Beijing Li Ting menyatakan penurunan pendaftaran pernikahan tahun lalu sebagian disebabkan oleh memudarnya efek pernikahan "kompensatori" pascapandemi dan menyusutnya populasi orang-orang yang berada dalam rentang usia ideal untuk menikah.

Menurut perhitungan berdasarkan data dari Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) Tiongkok, jumlah penduduk berusia 20 hingga 39 tahun, kelompok usia inti untuk menikah, mencapai sekitar 435 juta jiwa pada 2013. Pada 2023, jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar 371 juta jiwa, atau turun sekitar 64 juta jiwa.

Para ahli juga menyebut perubahan sikap terhadap pernikahan dan tekanan finansial sebagai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap tren penurunan ini. Li mengungkapkan meningkatnya level pendidikan dan meningkatnya penekanan pada individualisme semakin menantang pandangan tradisional tentang pernikahan.

Penurunan angka pernikahan secara luas diyakini sebagai salah satu faktor penyebab turunnya angka kelahiran, tren yang memicu meningkatnya kekhawatiran publik. Sebagai respons, otoritas di seluruh Tiongkok telah meluncurkan serangkaian kebijakan dan langkah-langkah propernikahan untuk membalikkan tren tersebut.

Pada Mei, peraturan pendaftaran pernikahan Tiongkok yang telah direvisi, yang bertujuan menyederhanakan dokumen dan menawarkan fleksibilitas yang lebih besar bagi pasangan, mulai berlaku.

Peraturan yang diperbarui tersebut menghapus persyaratan buku registrasi rumah tangga, yang telah lama diperlukan untuk pengajuan pernikahan. Berdasarkan peraturan baru itu, pasangan kini dapat mendaftarkan pernikahan mereka di kantor catatan sipil manapun yang memenuhi syarat di seluruh negara itu, terlepas dari lokasi pendaftaran rumah tangga mereka.

Selain itu, Tiongkok telah menerapkan cuti menikah yang diperpanjang di setidaknya 27 daerah setingkat provinsi sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih ramah keluarga.

Selama beberapa tahun terakhir, Tiongkok juga telah meluncurkan kampanye berkesinambungan untuk menekan mahalnya harga mahar di samping pesta pernikahan mewah di daerah pedesaan guna mengatasi beban irasional terkait pernikahan.

Interpretasi yudisial tentang penanganan sengketa terkait mahar, yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung Rakyat Tiongkok, mulai berlaku pada Februari 2024. Interpretasi tersebut melarang permintaan uang atau harta benda lainnya atas nama pernikahan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.