BNPT Antisipasi Serangan Terorisme Jelang Natal dan Tahun Baru
📅 Selasa, 02 Des 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengantisipasi adanya serangan terorisme menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono mengungkapkan antisipasi dilakukan melalui pemantauan dan mitigasi. “Kami berharap perayaan Natal dan tahun baru nanti dalam kondisi yang baik, tetapi tetap kami terus melakukan pemantauan dan mitigasi,” ucap Eddy di Jakarta, Senin (1/12).
Ia meminta seluruh pihak untuk berdoa bersama agar perayaan Natal dan tahun baru kali ini tidak terjadi apa-apa.
Eddy menjelaskan pemantauan dilakukan BNPT melalui satuan tugas (satgas) intelijen bersama satgas gabungan, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (Bais TNI), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri.
Melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga tersebut, pihaknya melakukan pengawasan terhadap perkembangan jaringan terorisme di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, sambung Eddy, mitigasi dilakukan terhadap objek vital strategis dan fasilitas publik sehingga BNPT mendorong penerapan standar minimum pengamanan sesuai Peraturan BNPT Nomor 3 Tahun 2020.
Dengan demikian, melalui pengelola objek vital strategis dan fasilitas publik, BNPT mengajak mereka untuk sepakat bersama-sama memenuhi standar tersebut. “Sehingga apabila terjadi, kami bisa meminimalisir serangan terorisme. Supaya orang untuk niat berbuat tidak baik dalam konteks terorisme ini dapat dicegah sejak awal,” tambahnya.
Tempatkan Antidrone
Sebaiknya Anda baca juga:
BNPT berencana menempatkan antidrone di sekitar objek vital strategis guna menjaga objek vital dari serangan terorisme. Penggunaan antidrone diperlukan untuk memitigasi adanya serangan objek vital strategis oleh pelaku terorisme dengan menggunakan pesawat nirawak alias drone.
“Ancaman ke depan kan ini juga apalagi sekarang kemajuan teknologi ya, sehingga ini juga perlu diantisipasi terkait penggunaan drone,” jelas Eddy.
Dia menegaskan penjagaan objek vital strategis penting dilakukan lantaran jika disusupi teroris maka bisa berdampak fatal pada pertahanan maupun perekonomian negara.
Objek vital strategis atau Objek Vital Nasional (obvitnas) merupakan kawasan, lokasi, bangunan, instalasi, dan/atau usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara, dan/atau sumber pendapatan negara yang bersifat strategis. Ancaman dan gangguan terhadap berbagai obvitnas dapat mengakibatkan bencana bagi kemanusiaan dan pembangunan nasional.
Kemenpar juga menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong pergerakan wisata selama libur Nataru. “Beberapa strategi telah kami siapkan, mulai dari layanan Halo Wonderful, imbauan kepada industri, hingga kampanye Di Indonesia Aja,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang ditayangkan melalui YouTube Kemendagri, Senin.
Sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dan pelaku industri, Kemenpar telah menerbitkan Surat Edaran tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan selama periode Natal dan tahun baru. SE tersebut mencakup panduan manajemen risiko, kesiapan petugas, hingga mekanisme pemantauan situasi destinasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!