Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kampung Sukapura di Jakarta Utara Punya Batik

📅 Senin, 01 Des 2025, 02:13 WIB | Oleh:
Kampung Sukapura di Jakarta Utara Punya Batik Doc: ist
Ket. proses membatik

JAKARTA -  Desa Sukapura di Jakarta Utara ternyata punya tradisi batik. Bahkan Pemkot Jakut mendukung peluncuran Batik Sukapura dalam Festival Kampung Sukapura 2025 sebagai upaya dalam mendukung pelestarian budaya Betawi. “Ini adalah peluncuran batik khas Sukapura, setelah ada Batik Marunda, dan Batik Koja. Semuanya akan kami bina,” kata Wali Kota Jakarta Hendra Hidayat di Jakarta, Minggu.

Ia menegaskan pihaknya siap mendukung pengembangan Batik Sukapura hingga pemasaran agar bisa bersaing dengan produk lainnya. Dia melihat potensi besar pada pengembangan Batik Sukapura sebagai bagian dari ekonomi kreatif dan upaya menjadikan kawasan ini sebagai Pusat Budaya Betawi di Jakarta Utara.

Dirinya berharap Festival Kampung Sukapura ditetapkan sebagai agenda tahunan dengan melibatkan kolaborasi Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dengan masyarakat umum. “Budaya Betawi tetap akan hidup, tumbuh dan berkembang di Jakarta Utara,” katanya

Sementara itu, Ketua Yayasan Kampung Budaya Betawi Sukapura Yusriah Dzinnun berharap Batik Sukapura menjadi dapat meramaikan fesyen budaya di Jakarta Utara. “Kami harap Batik Sukapura menjadi salah satu bagian ciri khas fesyen budaya di Jakarta Utara,"kata dia. Sukapura sendiri merupakan sebuah wilayah kelurahan yang berada di Kota Jakarta Utara. Kelurahan Sukapura terletak di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Sementara itu, komunitas batik Kota Depok menggelar kain batik di Monas. Mereka membentangkan batik spektakuler di Monas, Jakarta, Minggu. Acara ini diinisiasi Komunitas Cinta Kebaya Depok. Dalam kegiatan tersebut, ditampilkan bentangan kain batik sepanjang 27 meter dengan motif delapan Presiden Indonesia dari Soekarno hingga Prabowo Subianto.

Ketua Komunitas Cinta Kebaya Depok, Via Cynthia, menjelaskan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Batik Sembung Kulon Progo sebagai upaya melestarikan budaya batik sekaligus memperkenalkan kekayaan motif Indonesia kepada masyarakat. “Kain batik ini dikerjakan sekitar 160 warga. Mereka menghabiskan 10 kilogram malam dan satu kilogram pewarna. Motifnya tersambung utuh dari ujung ke ujung,” jelasnya.

Via melanjutkan, kegiatan ini juga membawa pesan persatuan lintas generasi sebagai wujud menjaga kebersamaan dalam masyarakat. “Harapannya adalah persatuan. Tidak hanya persatuan bangsa, tetapi juga antargenerasi,” ujarnya.

Selain menampilkan batik, peserta juga mengenakan kebaya sebagai bentuk pelestarian budaya berkebaya. Komunitas ini turut mengelilingi Monas sambil membentangkan kain batik sepanjang 27 meter. Tokoh pemerhati anak, Seto Mulyadi, hadir sebagai undangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.