Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Dompu Larang Perluas Tanam Jagung di Zona Lindung dan Berbahaya

📅 Minggu, 30 Nov 2025, 16:17 WIB | Oleh:
Bupati Dompu Larang Perluas Tanam Jagung di Zona Lindung dan Berbahaya Doc: ANTARA/Nur Imansyah
Ket. Bupati Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bambang Firdaus.

Dompu, NTB -- Bupati Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bambang Firdaus menegaskan larangan perluasan budidaya jagung di kawasan lindung dan wilayah berbahaya karena  mengancam kelestarian lingkungan.

"Kawasan itu menjadi filtrasi alami untuk memperlambat sedimentasi dan menjaga mata air tetap hidup. Jangan dibabat atau diganggu. Karena dapat mengganggu fungsi penyangga mata air, serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi," ucap Bupati Bambang Firdaus di Dompu, Minggu.

Bambang mengingatkan kawasan lindung, terutama di sekitar sumber mata air, irigasi, dan bendungan, memiliki fungsi strategis sebagai penyangga air, pengendali erosi, pengurang sedimentasi, serta pelindung masyarakat dari ancaman bencana.

Karena itu ia mengimbau petani, khususnya petani jagung, agar tidak membuka atau memperluas lahan di daerah dengan kemiringan tajam dan di zona-zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan terlindungi.

Ia menyoroti sejumlah lokasi yang masuk kategori rawan dan perlu dijaga sebagai penyangga, seperti Dam Mila, Tanju, Kasipahu, Kadindi dan Dam Rababaka, yang selama ini rentan mengalami kerusakan ekosistem akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

Selain itu ia menekankan pelestarian lingkungan tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai upaya menjaga kawasan pegunungan, melainkan mencakup seluruh ruang hidup masyarakat.

"Batas implementasi lingkungan itu selama ini hanya gunung. Padahal ada halaman rumah, lahan pekarangan, kebun, dan sawah," ujarnya.

Bambang menjelaskan penghijauan dan perawatan pohon memberikan dampak positif yang sangat besar, termasuk memulihkan ekosistem nabati, satwa, serta keseimbangan ekologis yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

"Menghijaukan alam itu berarti kita menghijaukan kembali ekosistem yang ada di dalamnya. Saat lingkungan kita rawat, ekosistem akan tercipta dengan sendirinya," ucap Bambang.

Ia berharap kebijakan ini dipahami sebagai upaya jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan lingkungan Dompu. "Kebijakan ini sekaligus memastikan bahwa sumber air, irigasi pertanian dan sistem penyangga bencana tetap berfungsi bagi generasi mendatang," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.