Hubungan Memburuk! China Peringatkan Warganya soal Bahaya di Jepang
📅 Jumat, 28 Nov 2025, 01:30 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/REUTERS
TOKYO - Ketegangan diplomatik antara China dan Jepang meningkat setelah Beijing mengeluarkan peringatan perjalanan baru bagi warganya di Jepang, dengan alasan memburuknya situasi keamanan dan meningkatnya laporan diskriminasi.
Tokyo membantah klaim tersebut melalui data kriminalitas terbaru, namun peringatan itu memicu kekhawatiran di tengah hubungan kedua negara yang sedang memanas.
Kantor berita Jepang, Kyodo, melaporkan pada Kamis (27/11) bahwa peringatan tersebut meminta warga China di Jepang untuk meningkatkan kewaspadaan dan melindungi diri, karena "banyak laporan terbaru" dari para ekspatriat bahwa mereka "dihina, dipukuli, dan dilukai" tanpa provokasi.
Data kriminalitas yang diungkapkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jepang pada Jumat lalu membantah klaim China tersebut.
Data itu menunjukkan bahwa telah terjadi tujuh kasus pembunuhan dan 21 perampokan di Jepang yang melibatkan warga negara China antara Januari dan Oktober tahun ini, dibandingkan dengan 14 pembunuhan, 18 perampokan, dan tiga kasus pembakaran yang menimpa warga China pada periode yang sama tahun lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut laporan Kyodo, tanpa menyajikan data spesifik, Kedubes China mengatakan jumlah permintaan bantuan dari warga negaranya terkait diskriminasi terhadap mereka di Jepang telah "meningkat secara signifikan, terutama pada November."
Kedubes China juga menyoroti data yang dihimpun Badan Kepolisian Nasional Jepang yang menunjukkan jumlah kasus kriminal di negara itu meningkat dari sekitar 568.000 pada 2021 menjadi sekitar 738.000 pada 2024.
Pada Rabu, juru bicara Kemlu China Mao Ning mendesak Tokyo untuk memastikan keselamatan warga China di Jepang, dengan mengatakan "banyak retorika ekstrem dan mengancam terhadap China bisa ditemukan di internet."
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia juga mengatakan bahwa perwakilan diplomatik China di Jepang baru-baru ini "berkali-kali dilecehkan, baik secara daring maupun luring, oleh para provokator sayap kanan."
Setelah peringatan perjalanan terbaru itu keluar, sejumlah pengguna media sosial China menyerukan rekan-rekan senegaranya untuk menghindari perjalanan ke Jepang "agar tidak menimbulkan masalah" bagi negara mereka, menurut laporan Kyodo.
Pada 16 November, China juga mendesak warganya untuk mempertimbangkan kembali rencana melanjutkan pendidikan di Jepang dengan alasan keamanan.
Ketegangan dua negara dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di parlemen awal November bahwa keadaan darurat Taiwan karena penggunaan kekuatan militer oleh China bisa menjadi "situasi yang mengancam kelangsungan hidup" bagi Jepang, yang memungkinkannya menjalankan hak bela diri kolektif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!