Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebakaran Apartemen di Hong Kong Tewaskan 44 Orang, Ratusan Belum Ditemukan

📅 Kamis, 27 Nov 2025, 08:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran Apartemen di Hong Kong Tewaskan 44 Orang, Ratusan Belum Ditemukan Doc: BBC/EP
Ket. Kebakaran besar terjadi pada Rabu (26/11) sore di sebuah kompleks perumahan delapan gedung dengan 2.000 apartemen

HONG KONG - Petugas pemadam kebakaran masih memadamkan kebakaran dahsyat pada hari Kamis  (27/11) yang melanda sebuah kompleks gedung pencakar langit di Hong Kong, menewaskan sedikitnya 44 orang dan menyebabkan ratusan orang hilang menurut pihak berwenang.

Kebakaran besar -- yang terburuk di pusat keuangan tersebut dalam beberapa dekade -- terjadi pada Rabu (26/11) sore di sebuah kompleks perumahan delapan gedung dengan 2.000 apartemen dan mengirimkan gelombang kejut ke seluruh kota, yang memiliki beberapa blok hunian terpadat dan tertinggi di dunia.

Polisi mengatakan pada Kamis pagi, mereka telah menangkap tiga pria terkait kebakaran tersebut, setelah bahan-bahan mudah terbakar yang tertinggal selama pekerjaan pemeliharaan menyebabkan api "menyebar dengan cepat di luar kendali".

Wartawan AFP di lokasi kejadian sesaat setelah fajar pada hari Kamis melihat beberapa apartemen masih terbakar, meskipun api telah meredup pada dini hari.

Api yang hebat pertama kali membakar perancah bambu di beberapa blok apartemen Wang Fuk Court pada hari Rabu di distrik utara Tai Po, yang sedang menjalani perbaikan di seluruh kompleks.

Seorang reporter AFP mendengar suara retakan yang keras, kemungkinan berasal dari bambu yang terbakar, dan melihat kepulan asap tebal mengepul dari gedung-gedung saat api dan abu membumbung tinggi ke langit.

Seorang warga berusia 65 tahun bermarga Yuen mengatakan ia telah tinggal di kompleks tersebut selama lebih dari empat dekade dan banyak tetangganya yang lanjut usia mungkin tidak bisa bergerak.

"Jendela-jendela ditutup karena sedang dalam proses pemeliharaan, (beberapa orang) tidak tahu ada kebakaran dan harus disuruh mengungsi melalui telepon oleh tetangga," kata Yuen kepada AFP. "Saya sangat terpukul."

Departemen pemadam kebakaran Hong Kong melaporkan jumlah korban tewas bertambah menjadi 44 orang pada Kamis pagi.

Di antara korban tewas terdapat seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun, yang ditemukan dengan luka bakar di wajahnya setengah jam setelah kehilangan kontak dengan rekan-rekannya, menurut direktur pemadam kebakaran Andy Yeung.

Pemimpin kota John Lee mengatakan pada Kamis dini hari bahwa 279 orang belum ditemukan, meskipun petugas pemadam kebakaran kemudian mengatakan bahwa mereka telah melakukan kontak dengan beberapa orang tersebut.

Lee mengatakan lebih dari 900 orang mencari perlindungan di tempat penampungan sementara.

Tidak Bisa Djangkau 

Seorang petugas polisi di tempat penampungan sementara mengatakan kepada AFP bahwa tidak jelas berapa banyak orang yang hilang karena warga masih berdatangan hingga larut malam untuk melaporkan anggota keluarga yang hilang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.