Festival Warisan Banda 2025 Resmi Dibuka, Pesona Alam dan Sejarah Banda Neira Jadi Pusat Perhatian
Kamis, 27 Nov 2025, 16:55 WIBJAKARTA - Kemendagri meresmikan pembukaan Banda Heritage Festival 2025 di Istana Mini, Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah. Dalam penyampaiannya, Kemendagri menegaskan bahwa Banda memiliki pesona alam yang memukau serta sejarah panjang sejak masa kejayaan perdagangan rempah.
"Banda memiliki sejarah yang sangat panjang. Sejarah Banda ketika menjadi rebutan dunia sehingga dijuluki sebagai Spice Island, pulau rempah-rempah," ujar Kemendagri.
Kemendagri juga memuji jejak peninggalan masa lalu yang tetap terpelihara dan menjadi bukti perjalanan sejarah Banda Neira. Istana Mini disebut sebagai lokasi tepat untuk festival karena nilai historisnya yang melekat kuat bagi masyarakat setempat.
Selain itu, Kemendagri menyoroti akulturasi budaya yang membentuk identitas Banda Neira sebagai wilayah yang kaya tradisi. Perpaduan budaya tersebut dinilai menjadi kekuatan yang dapat memperkuat karakter festival dari tahun ke tahun.
Kemendagri menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival berpotensi besar menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Potensi Banda Neira yang meliputi gunung hijau, terumbu karang alami, hingga bangunan kolonial yang masih terawat dinilai mampu mendorong pengembangan sektor pariwisata.
"Masih ada rumah-rumah zaman Belanda yang masih terjaga dengan baik ditambah kekayaan budaya. Itu adalah modal penting dan membahagiakan kita semua," imbuh Kemendagri.
Meski begitu, Kemendagri mengajak semua pihak untuk refleksi terhadap kondisi sosial di Banda Neira. Kemendagri menyinggung adanya temuan anak-anak dengan indikasi stunting yang memerlukan perhatian serius untuk dibenahi.
Menurut Kemendagri, persoalan tersebut harus dijawab dengan penguatan sektor-sektor potensial seperti perikanan dan pariwisata. Keduanya dinilai bisa memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
Kemendagri juga menilai Banda Neira dapat mencontoh cara Bali mempertahankan budaya di tengah derasnya industri wisata. Ketahanan budaya Bali disebut sebagai bukti bahwa tradisi bisa tetap hidup jika didukung instrumen adat dan regulasi yang konsisten.
"Bali digempur luar biasa. Turis-turis asing, turis-turis lokal dari berbagai penjuru Indonesia datang ke sana tapi budaya adat lokal masih dominan dan menjadi bagian dari kehidupan. Kenapa? Karena instrumen-instrumen ketahanan budaya dan adatnya itu aktif dan dihidupkan dan didukung oleh regulasi," ujar Kemendagri.
Sebelum membuka festival, Kemendagri meninjau kawasan UMKM di sekitar Istana Mini untuk melihat aktivitas ekonomi masyarakat. Kemendagri juga menyaksikan pameran foto yang menampilkan keindahan dan kekayaan Banda Neira dari sisi alam, budaya, hingga sejarah.
Acara pembukaan turut dihadiri Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian bersama sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah. Selain itu hadir Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, anggota DPR RI Saadiah Uluputty, para kepala daerah di Maluku, serta perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga.
- UMKM
- Pariwisata
- Kemendagri
- Maluku Utara
- Maluku
- Festival Budaya
- Mendagri
- Banda Neira
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Kunjungi Provinsi Sulut, Mendagri Bersama Menteri PKP dan Kepala BPS Tinjau Program Perumahan Rakyat di Minahasa
-
Pemprov Kaltim Jamin Tak Ada PHK pada 11.881 PPPK, meski Ada Efisiensi
-
Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
-
UMKM Dibina untuk Makin Mandiri
-
Inflasi 3,48 Persen Masuk Target, Kemendagri Soroti Harga Pangan Belum Stabil
-
Dukcapil DKI Jakarta Sabet Penghargaan Nasional, Rekor Perekaman E-KTP Tembus 100 Persen
-
Festival Etnik Religi pada 11-13 Agustus 2026 di Tolikara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.