Liga Inggris: Iraola Bawa Misi Kebangkitan Liverpool, Era Baru Dimulai di Anfield

Sabtu, 15 Agu 2026, 09:00 WIB

LIVERPOOL — Liverpool memasuki musim baru Premier League (Liga Inggris) dengan harapan besar. Di bawah pelatih baru Andoni Iraola, The Reds ingin melupakan kegagalan musim lalu sekaligus kembali merebut posisi teratas sepak bola Inggris.

Iraola datang dengan reputasi sebagai pelatih yang mengandalkan sepak bola menyerang berintensitas tinggi. Gaya tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali karakter Liverpool yang dalam beberapa tahun terakhir dikenal agresif, cepat, dan penuh tekanan.

Ket. Foto: Andoni Iraola. — Sumber: Liverpool

Musim Premier League 2026-27 akan dimulai pada tanggal 21 Agustus ketika juara bertahan Arsenal menjamu tim promosi Coventry City. Liverpool baru akan memainkan pertandingan pertamanya dua hari kemudian dengan bertandang ke Newcastle United.

Laga di St James' Park akan menjadi kesempatan pertama bagi publik melihat langsung seperti apa Liverpool versi Iraola.

Iraola ingin Liverpool menjadi tim yang memiliki identitas kuat. “Kami harus menjadi tim yang bekerja keras, intens, agresif, vertikal, sehingga semua orang bisa mengenali dan merasa nyaman mendukung tim ini,” ujar Iraola saat diperkenalkan sebagai pelatih Liverpool pada Juni.

Filosofi pelatih asal Spanyol itu menuntut pemain untuk mengalirkan bola ke depan secepat mungkin. Permainan dengan tempo tinggi tersebut berpotensi sangat cocok dengan karakter suporter Liverpool yang selama bertahun-tahun terbiasa melihat tim bermain menyerang.

Liverpool sendiri baru dua kali menjadi juara Premier League dalam beberapa tahun terakhir, yakni pada 2020 dan 2025, setelah melewati masa panjang tanpa gelar liga.

Namun, musim lalu menjadi cerita berbeda. Arne Slot menggantikan Jurgen Klopp pada 2024 dan langsung membawa Liverpool menjadi juara pada musim pertamanya. Tetapi investasi besar sekitar 400 juta poundsterling menjelang musim berikutnya justru tidak menghasilkan peningkatan yang diharapkan.

Liverpool bahkan mengalami periode buruk dengan menelan enam kekalahan dalam tujuh pertandingan liga antara September dan November 2025.

Pada akhirnya, mereka finis mengecewakan di posisi kelima, terpaut 25 poin dari Arsenal yang menjadi juara. Slot kemudian dipecat pada 30 Mei, sebelum Iraola ditunjuk beberapa hari kemudian. Kini, pelatih berusia 44 tahun tersebut memiliki tugas untuk membangun kembali Liverpool.

Pekerjaan Iraola semakin berat karena Liverpool kehilangan sejumlah pemain penting.

Penyerang Mesir Mohamed Salah menjadi kehilangan terbesar setelah kontraknya berakhir. Selain Salah, bek Andy Robertson dan Ibrahima Konate juga meninggalkan klub setelah masa kontrak mereka habis.

Kepergian tiga pemain tersebut membuat Iraola harus segera menemukan kombinasi baru tanpa menghilangkan kekuatan Liverpool.

Liverpool menambahkan bek Prancis Jeremy Jacquet dan penyerang Spanyol Victor Munoz ke dalam skuad utama. Namun, perhatian terbesar tertuju pada Alexander Isak.

Penyerang Swedia itu akan menjalani pramusim secara penuh setelah musim lalu terganggu oleh saga transfer berkepanjangan dari Newcastle United.

Isak juga sempat mengalami cedera patah pergelangan kaki pada Desember lalu. Tetapi penampilannya bersama Swedia di Piala Dunia memberikan indikasi bahwa sang striker mulai kembali mendekati performa terbaiknya.

Kondisinya menjadi kabar positif bagi Iraola, terutama karena gaya permainan baru Liverpool membutuhkan penyerang yang mampu bergerak aktif dan memanfaatkan ruang di belakang pertahanan lawan.

Iraola juga menghadapi pekerjaan besar di lini belakang. Liverpool terlalu mudah kehilangan organisasi ketika mengalami transisi musim lalu. Mereka kebobolan 53 gol di Premier League, hampir dua kali lipat jumlah kebobolan Arsenal yang hanya 27.

Dengan sepak bola berintensitas tinggi yang diterapkan Iraola, koordinasi antara lini belakang, tengah, dan depan menjadi sangat penting.

Sang pelatih juga mengakui bahwa pemain Liverpool belum mampu mempertahankan intensitas yang diinginkannya sepanjang pertandingan selama pramusim.

Itu menjadi tantangan besar. Sistem Iraola menuntut stamina tinggi. Pemain harus bersedia berlari ketika menyerang sekaligus segera melakukan tekanan ketika kehilangan bola.

Jika intensitas menurun, ruang di belakang lini pertahanan bisa menjadi kelemahan serius.

Salah satu proyek terbesar Iraola adalah menghidupkan kembali karier Florian Wirtz di Anfield.

Gelandang serang Jerman tersebut belum menunjukkan performa sesuai ekspektasi sejak Liverpool membayar sekitar £120 juta kepada Bayer Leverkusen untuk mendatangkannya.

Namun, perubahan gaya bermain justru bisa menjadi kesempatan baru bagi pemain berusia 23 tahun itu.

Permainan vertikal dan agresif yang diusung Iraola berpotensi memberikan Wirtz lebih banyak ruang untuk berkreasi di sepertiga akhir lapangan. Bagi Liverpool, menemukan kembali versi terbaik Wirtz bisa menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan musim ini.

Iraola sendiri memiliki visi yang jelas mengenai bagaimana Liverpool harus bermain.

“Saya ingin kami menghabiskan sebanyak mungkin waktu di area pertahanan lawan, dengan atau tanpa bola, karena saya merasa kami lebih dekat untuk mencetak gol daripada lawan jika situasinya seperti itu,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan identitas yang ingin dibangun Iraola: Liverpool harus bermain lebih tinggi, lebih agresif, dan lebih berani mengambil risiko.

Namun, tantangan sebenarnya baru dimulai. Iraola harus membangun kembali tim yang kehilangan tiga pemain senior, memperbaiki pertahanan yang rapuh, menyatukan lini tengah, sekaligus menemukan cara terbaik untuk memaksimalkan Wirtz dan Isak.

Jika berhasil, Liverpool bisa kembali menjadi penantang serius Arsenal dan Manchester City. Jika gagal, perubahan besar di Anfield justru bisa menjadi awal dari periode penuh ketidakpastian. Musim baru akan memberikan jawabannya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Rusak 10 Tahun, Bendung Irigasi Ampek Jirek Padang Pariaman Direhabilitasi Rp979,6 Juta.

Khofifah: Pasar Murah Jadi Strategi Jaga Inflasi dan Dekatkan Pangan ke Masyarakat.

Wamenlu Iran Tegas: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut Hanya dengan Cuitan atau Kapal Induk.

Gempa M7,7 Guncang NTT, Kodam IX/Udayana Bantu Evakuasi Warga Terdampak.

Saat Utang Jadi Beban, Pengusaha Ungkap Strategi Menyelamatkan Bisnis

Momen Spesial, 118 Pendaki dari Berbagai Daerah akan Rayakan HUT ke-81 RI di Puncak Gunung Kerinci

Puluhan Wisatawan Asing di Pulau Padar Viewpoint Terekam Panik saat Gempa NTT Mengguncang

Gubernur NTT: Korban Meninggal Akibat Gempa M7,7 di Flores Bertambah

Pascagempa M7,7 di NTT, Kepala BNPB dan Menko PMK Segera ke Wilayah Terdampak

Menteri Pertahanan Jepang Kunjungi Kuil Yasukuni, PM Takaichi Tak Hadir

Sabtu, SIM Keliling Tetap Buka Layanan, Cek Jadwal dan Lokasinya!

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, Jual Rp2.675.000 per Gram, Buyback Rp2.525.000 per Gram

Liga Inggris: Era Guardiola Berakhir, Maresca Dituntut Jaga Dominasi Manchester City

Gempa M7,7 di NTT Akibat Sesar Naik Busur Belakang Flores

Jepang Buka Peluang Kerja Sama Baru dengan Indonesia dalam Tiga Bidang

Netflix Batal Garap Serial Squid Game versi Amerika, Apa Penyebabnya?

Trump Berlakukan Tarif hingga 100 Persen untuk Drone Impor

Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

BMKG NTT Tegaskan Isu Gempa Besar 15 Agustus 2026 Tidak Benar, Jangan Panik!

Pakistan Peringati 79 Tahun Kemerdekaan di Tengah Tantangan Separatisme

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.