Jadi Daya Tarik Wisata Edukasi, Desa Wisata Dipromosikan ke Australia
Sabtu, 15 Agu 2026, 08:33 WIBJAKARTA - Kementerian Pariwisata bersama Garuda Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney mengenalkan desa wisata di Indonesia sebagai destinasi untuk wisata edukasi yang memadukan sejarah, seni, budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakat lokal.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia menawarkan pengalaman belajar yang autentik dan berkesan, tidak hanya di Bali, tetapi juga di berbagai destinasi unggulan lainnya," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (15/8).
Made mengatakan wisata edukasi menjadi salah satu peluang untuk memperkenalkan Indonesia bukan hanya sebagai destinasi liburan, tetapi juga sebagai kelas hidup (living classroom) yang menawarkan pengalaman belajar melalui budaya, alam, dan kehidupan masyarakat.
Perjalanan edukasi menjadi salah satu segmen pariwisata berkualitas yang memiliki nilai tambah tinggi. Karakter perjalanan edukasi berpotensi menciptakan masa tinggal yang lebih panjang sekaligus membangun interaksi yang lebih mendalam antara wisatawan dengan masyarakat, budaya lokal, dan ekosistem pendidikan di destinasi.
Potensi pasar tersebut juga ditopang besarnya perjalanan generasi muda secara global. WYSE Travel Confederation dan UN Tourism memprediksi dari sekitar 350 juta pemuda yang melakukan perjalanan pada 2025, sebanyak 23 persen di antaranya merupakan pelajar.
Sedangkan Australia menjadi salah satu pasar strategis bagi pariwisata Indonesia. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia mencapai 1.754.791 kunjungan dan menempatkan Australia sebagai pasar wisatawan mancanegara terbesar kedua bagi Indonesia.
Hingga Juni 2026, kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia tercatat sebanyak 864.750 kunjungan atau meningkat 6,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Industri perjalanan pemuda tetap memiliki potensi besar sebagai kekuatan positif. Selain memberikan dampak ekonomi, segmen ini dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, membangun jejaring internasional, serta memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pembelajaran yang berkualitas," ujarnya.
Maka dari itu, Kementerian Pariwisata menggelar rangkaian promosi pada 3â4 Agustus 2026, diawali dengan kegiatan "Indonesia Goes to School: Experience Wonderful Indonesia in the Classroom" di Claremont College, Sydney. Kegiatan tersebut memperkenalkan pengalaman wisata edukasi Indonesia secara langsung kepada kepala sekolah, guru, dan siswa melalui berbagai lokakarya interaktif.
Para peserta mengikuti kegiatan membatik bersama Desa Wisata Wukirsari, belajar tari tradisional bersama Desa Wisata Taro, serta bermain angklung dan meronce kerajinan dari biji hanjeli. Peserta juga mengikuti storytelling bersama Balai Bahasa dan Budaya Indonesia NSW melalui pembacaan buku edukatif mengenai hanjeli yang berasal dari Desa Wisata Hanjeli.
Dilanjutkan dengan "EduTourism Networking Event" pada 4 Agustus 2026 yang mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan mitra industri perjalanan dan pemangku kepentingan pendidikan di New South Wales, Australia.
Promosi mencakup pemaparan produk unggulan wisata edukasi, table-top meeting, sesi jejaring serta pertunjukan budaya. Produk yang diperkenalkan antara lain Desa Wisata Wukirsari di Yogyakarta yang menawarkan pembelajaran mengenai seni tradisi, kearifan lokal, dan kerajinan batik berstandar dunia.
Sementara Desa Wisata Taro di Bali menghadirkan pengalaman belajar berbasis lingkungan, keberlanjutan, dan pelestarian budaya.
Konsul Jenderal RI Sydney Pendekar Muda Leonards Sondakh mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan bukan hanya sebagai destinasi liburan, tetapi juga sebagai tujuan perjalanan yang menyediakan beragam ruang pembelajaran.
Desa-desa wisata Indonesia disebutnya dapat menjadi ruang belajar yang hidup, tempat para siswa belajar langsung dari masyarakat sekaligus melihat bagaimana budaya, kreativitas, keberlanjutan, dan ekonomi lokal saling terhubung.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkot Tangsel Berlakukan Status Tanggap Darurat Sampah
-
Banjir menerjang delapan kecamatan di Jember
-
Gunungkidul Berpotensi Kembangkan Wisata-Komoditas Unggulan Berbasis Sumber Daya Alam
-
Desa Wisata Naik Kelas, Komisi VII DPR Ungkap Kunci Suksesnya Ada di Kearifan Lokal!
-
Pelestarian Bahasa Ibu di Kaltim, Kemendikdasmen Gandeng Komunitas Literasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.