Menyedihkan, Sejumlah Bangunan di Kota Bima NTB Rusak Terdampak Gempa M 7,7 di NTT
Sabtu, 15 Agu 2026, 08:31 WIBMATARAM - Sejumlah bangunan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan mengalami kerusakan terdampak gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo yang berada di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, pukul 05.58 WITA.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bima A Faruk mengakui gempa bumi dengan kekuatan M 7,7 tersebut dirasakan di wilayah Kota Bima, sehingga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan rumah warga setempat.Â
"Berdasarkan hasil pendataan awal, terdapat satu unit rumah mengalami rusak sedang di wilayah Rabangodu Selatan RT 03 RW 01 akibat guncangan gempa bumi," ujar dia melalui keterangan di Mataram, Sabtu.
Selain itu kerusakan juga terjadi menimpa Gudang Bulog, terutama kerusakan pada bagian dinding yang menyebabkan sejumlah karung beras di dalam gudang berjatuhan. Kemudian, satu lagi kerusakan pada plafon Masjid Hotel Mutmainnah.Â
"Hingga saat ini laporan masih disusun, pendataan, dan pemantauan terhadap dampak gempa masih dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat serta mengidentifikasi kemungkinan adanya kerusakan atau dampak lainnya," kata Faruk.
Faruk mengungkapkan saat ini tim masih melakukan koordinasi dengan Tim Relawan Kebencanaan pada kelurahan setempat dan meninjau langsung lokasi kejadian.
"Kondisi masyarakat secara umum masih dalam pemantauan, sementara pendataan, dan verifikasi lapangan terus dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan maupun dampak lain yang ditimbulkan oleh kejadian gempa," katanya menjelaskan.
Ia menambahkan sementara ini terkait kebutuhan mendesak berupa dukungan logistik bagi warga terdampak diperlukan, terutama kebutuhan dasar, seperti makanan siap saji, air mineral, selimut, terpal, matras, dan perlengkapan kebutuhan keluarga.
Selain itu juga diperlukan dukungan material penanganan darurat berupa terpal atau bahan penutup sementara untuk mengantisipasi apabila bagian rumah yang mengalami kerusakan belum dapat digunakan secara aman.
"Pemenuhan kebutuhan logistik akan disesuaikan dengan hasil asesmen dan perkembangan kondisi warga terdampak di lapangan," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Cabai Rawit Makin Pedas, BPS Catat Harga Tembus Rp73 Ribu!
-
BPBD DKI Pastikan Gempa M5,9 di Perairan Kepulauan Seribu Tak Akibatkan Kerusakan
-
Viral Surabaya Disebut Dilintasi Dua Patahan, Pakar Geologi ITS: Jangan Panik, Perlu Bukti Ilmiah
-
PLN Harus Perkuat Jaringan Transmisi Guna Menampung Energi Terbarukan
-
Gempa NTT Apakah Merembet ke Jawa? Sore Ini Bantul Jogja Digoyang Gempa
-
Flores Belum Tenang, BMKG Ungkap Ada 14.993 Gempa Susulan Sejak 15 Agustus
-
Tinggalkan Phillip Island, MotoGP Gelar Balapan Jalan Raya Perdana di Adelaide
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.