Kepala HAM PBB Peringatkan Bahaya “AI” Generatif

Selasa, 25 Nov 2025, 02:15 WIB

JENEWA - PBB pada Senin (24/11) memperingatkan bahwa AI generatif dapat menjadi "monster Frankenstein modern", dengan hak asasi manusia sebagai korban pertamanya, karena raksasa teknologi yang kuat telah melepaskan teknologi tersebut ke dunia.

Kepala hak asasi manusia (HAM) PBB, Volker Turk, mengatakan bahwa AI generatif memiliki janji yang luar biasa, tetapi mengatakan pada forum bisnis dan hak asasi manusia badan dunia itu bahwa eksploitasi AI untuk keuntungan politik atau ekonomi semata dapat memanipulasi, mendistorsi, dan mengalihkan perhatian.

Ket. Foto: Volker Turk — Sumber: AFP/FABRICE COFFRINI

"Ketika raksasa teknologi besar memperkenalkan teknologi baru seperti kecerdasan buatan generatif, hak asasi manusia bisa menjadi korban pertama," ujar Turk. "Ancaman terhadap beberapa hak asasi manusia, termasuk privasi, partisipasi politik, kebebasan berekspresi, dan pekerjaan, jelas dan nyata," imbuh dia seraya menegaskan bahwa tanpa perlindungan dan regulasi yang tepat, sistem AI berpotensi berubah menjadi monster Frankenstein modern.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia memperingatkan bahwa ancaman saat ini dapat terwujud menjadi bahaya yang melemahkan potensi teknologi baru dan dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak terduga.

"Pemerintah punya tanggung jawab untuk bersatu mencegah hasil seperti itu," tegas dia.

Di luar AI generatif, Turk menyoroti ancaman yang ditimbulkan oleh meningkatnya konsentrasi kekuatan korporat dan akumulasi kekayaan pribadi dan korporat yang besar di antara segelintir pemain.

"Dalam beberapa kasus, hal ini melampaui perekonomian seluruh negara," ujar dia seraya menekankan bahwa ketika kekuasaan yang tidak dibatasi oleh hukum dapat menyebabkan penyalahgunaan dan penindasan. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.