PBB: Tingkat Pengangguran Kaum Muda Dunia Meningkat

Kamis, 13 Agu 2026, 02:15 WIB

JENEWA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (11/8) melaporkan bahwa tingkat pengangguran kaum muda global mengalami peningkatan tahun lalu dengan beberapa peningkatan paling tajam terlihat di negara-negara berpenghasilan tinggi seiring dengan mulai berubahnya pasar kerja akibat kecerdasan buatan.

“Pemulihan sementara dan singkat di pasar tenaga kerja kaum muda yang terjadi setelah pandemi Covid-19 telah terhenti,” kata badan ketenagakerjaan PBB, Organisasi Buruh Internasional (ILO).

Ket. Foto: Markas Organisasi Buruh Internasional (ILO) di Jenewa, Swiss. — Sumber: ilo.org

ILO mengatakan tingkat pengangguran kaum muda global meningkat dari 12,3 persen pada tahun 2024 menjadi 12,4 persen tahun lalu, setara dengan 67 juta orang pengangguran berusia 15 hingga 24 tahun.

“Sementara itu, proporsi kaum muda yang tidak bekerja, tidak bersekolah, atau tidak mengikuti pelatihan sedikit meningkat menjadi 20 persen, yang mempengaruhi lebih dari 257 juta orang,” kata ILO dalam laporannya yang berjudul Tren Ketenagakerjaan Global untuk Kaum Muda 2026.

Pertama kali diterbitkan pada 2004, laporan ini memberikan wawasan tahunan tentang indikator pasar tenaga kerja pemuda global dan regional. Laporan tersebut menemukan bahwa beberapa peningkatan terbesar dalam pengangguran pemuda terjadi di negara-negara berpenghasilan tinggi hingga menggagalkan aspirasi jutaan anak muda di awal kehidupan kerja mereka.

"Perlambatan pertumbuhan ekonomi global, berkurangnya penciptaan lapangan kerja, ketegangan geopolitik, dan perubahan teknologi yang cepat tergabung untuk membuat transisi dari sekolah ke pekerjaan yang layak semakin sulit bagi banyak anak muda," kata laporan itu.

ILO yang berbasis di Jenewa, Swiss, pun mengatakan tingkat pengangguran kaum muda diperkirakan akan stagnan di angka 12,3 persen pada tahun 2026 dan 2027.

Laporan tersebut mengatakan kecemasan di kalangan anak muda tinggi, dengan sedikit yang diketahui tentang dampak kecerdasan buatan terhadap pasar kerja. Kaum muda menurut laporan tersebut juga semakin banyak mengungkapkan kekhawatiran bahwa pekerjaan mereka akan digantikan oleh teknologi dan bahwa peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan dan stabilitas pendapatan akan terhalang oleh gangguan teknologi dan gangguan masa depan pekerjaan lainnya yang belum pernah terjadi sebelumnya. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.