Badan Geologi: Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga

Jumat, 03 Jul 2026, 17:05 WIB

JAKARTA – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan status Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), Jumat (3/7). Keputusan itu diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas vulkanik dalam beberapa waktu terakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan kenaikan status didasarkan pada hasil pengamatan visual dan instrumental di mana mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas di dalam tubuh gunung api.

Ket. Foto: — Sumber: PVMBG

Menurut dia, data pemantauan memperlihatkan jumlah gempa vulkanik yang terus meningkat. Serta disertai perubahan deformasi tubuh gunung dan aktivitas di permukaan yang mengarah pada adanya suplai magma ke bagian dangkal.

"Peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya suplai magma ke permukaan. Sehingga masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius yang telah direkomendasikan," kata Lana Saria di Jakarta.

Selain peningkatan kegempaan, hasil pemantauan menggunakan alat tiltmeter di sejumlah stasiun pengamatan juga menunjukkan kecenderungan inflasi atau penggembungan tubuh gunung. Kondisi tersebut menandakan adanya akumulasi tekanan di dalam gunung api.

Seiring dengan kenaikan status menjadi Siaga, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, nelayan, maupun wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi erupsi maupun lontaran material pijar yang dapat membahayakan keselamatan.

Masyarakat yang berada di kawasan pesisir Selat Sunda juga diminta tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas pemantau gunung api.

Badan Geologi juga telah meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait menyiapkan langkah-langkah mitigasi dan memperkuat koordinasi apabila aktivitas vulkanik kembali meningkat.

Pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau sendiri terus dilakukan secara intensif selama 24 jam melalui jaringan seismik, pemantauan deformasi, dan observasi visual untuk memastikan setiap perkembangan aktivitas vulkanik dapat dideteksi sedini mungkin. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.