Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mobilisasi Alat Berat, Kementerian PU Bantu Pembersihan Pascabencana Banjir Bandang di Cisurupan Garut

📅 Senin, 24 Nov 2025, 11:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Mobilisasi Alat Berat, Kementerian PU Bantu Pembersihan Pascabencana Banjir Bandang di Cisurupan Garut Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengerahkan sarana dan prasarana darurat untuk membantu penanganan pasca banjir bandang yang melanda Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bencana banjir terjadi pada Kamis (20/11), akibat hujan berintensitas tinggi hingga menyebabkan Sungai Cibeureum meluap

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengerahkan sarana dan prasarana darurat untuk membantu penanganan pasca banjir bandang yang melanda Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bencana banjir terjadi pada Kamis (20/11), akibat hujan berintensitas tinggi hingga menyebabkan Sungai Cibeureum meluap. 

Sebagai langkah cepat, Kementerian PU melalui BBWS Cimanuk–Cisanggarung telah mengirimkan dump truck dan mobil tangki sejak Jumat malam untuk mendukung pembersihan material lumpur yang menutup halaman rumah warga, saluran air, dan jalan lingkungan. Tim tanggap darurat BBWS Cimanuk–Cisanggarung juga terus berkoordinasi dengan BPBD Garut, Disdamkar, dan perangkat kecamatan untuk mempercepat pemulihan akses.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa Kementerian PU terus berkomitmen dalam mendukung penanganan bencana di Indonesia. "Kementerian PU juga siap mendukung kebutuhan teknis lain yang diperlukan untuk mencegah risiko bencana kembali terjadi," tegas Dody.

“Selain dukungan alat berat, Kementerian PU turut menyiapkan material pengendalian banjir seperti bronjong dan geobag apabila dibutuhkan oleh Pemerintah Daerah,”tambah Dody.

“Tim kami sudah bekerja di lapangan sejak hari pertama untuk membantu pembersihan dan memastikan mobilitas warga segera pulih,"kata Kepala BBWS Cimanuk–Cisanggarung Dwi Agus Kuncoro. 

Kementerian PU juga siap menindaklanjuti usulan normalisasi saluran drainase yang tertutup sedimentasi sebagai langkah pemulihan jangka pendek. Pemantauan kondisi sungai dan gorong-gorong di wilayah terdampak masih terus dilakukan guna memastikan stabilitas aliran air. Operasi pembersihan tidak hanya mengandalkan alat berat, tetapi juga melibatkan cara manual menggunakan cangkul dan alat lainnya.

Berdasarkan laporan, bencana banjir berdampak pada sedikitnya 46 rumah, 54 KK (190 jiwa), serta fasilitas umum di Desa Balewangi dan Desa Cisurupan. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Garut. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.