KKP Ngebut! Sertifikasi 920 Kontainer Udang Dikebut Demi Amankan Ekspor ke Amerika
📅 Senin, 24 Nov 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA-HO-KKP
JAKARTA – Sertifikasi udang untuk ekspor ke Amerika Serikat menjadi prasyarat penting guna memastikan produk Indonesia memenuhi standar keamanan pangan, traceability, dan keberlanjutan yang ditetapkan otoritas AS.
Pasar ini dikenal ketat, terutama terkait isu residu antibiotik, praktik budidaya ramah lingkungan, serta sistem rantai dingin yang konsisten dari tambak hingga pengiriman.
Penerapan sertifikasi seperti HACCP, BAP, atau GAP bukan hanya bentuk kepatuhan, tetapi strategi meningkatkan kepercayaan importir dan memperluas daya saing di pasar premium.
Dengan sertifikasi, risiko penolakan di border inspection bisa ditekan, biaya kerugian logistik dapat diminimalkan, dan reputasi Indonesia sebagai eksportir udang berkualitas semakin menguat.
Pada akhirnya, sertifikasi berfungsi sebagai instrumen ekonomi yang memastikan kontinuitas ekspor dan membuka peluang harga jual yang lebih tinggi bagi pelaku industri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempercepat proses sertifikasi 920 kontainer produk udang yang akan dikirim ke Amerika Serikat (AS) sebagai penjaminan keamanan komoditas pasca temuan kontaminasi Cesium-137 (Cs-137).
Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Cs-137 Bara Krishna Hasibuan mengatakan, percepatan dilakukan untuk memastikan kelancaran produk ekspor dan memastikan mutu produk Indonesia di pasar global.
“Proses sertifikasi berjalan cepat dan efektif, kami sangat berterima kasih kepada KKP yang melaksanakannya secara efisien,” kata Bara di Jakarta, Senin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyebutkan bahwa dari 920 kontainer yang telah dipindai, sebanyak 121 kontainer sudah diberangkatkan dan kini dalam perjalanan menuju AS. Selain itu, 262 kontainer dinyatakan siap dikirim setelah melewati verifikasi keamanan dan kelayakan ekspor.
Bara mengatakan, peningkatan pengawasan dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi pemerintah terhadap potensi risiko radiasi.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Satgas juga memperkuat koordinasi dengan otoritas pelabuhan dan lembaga untuk memastikan seluruh barang ekspor yang keluar dari Indonesia memenuhi standar keselamatan.
Seluruh barang muatan dan kendaraan akan melalui pemeriksaan berlapis menggunakan radiation portal monitor (RPM) di pintu distribusi utama.
“Sekarang pengecekan di Pelabuhan Tanjung Priok lebih ketat, ada RPM (untuk memantau radiasi),” ungkapnya.
Selain sektor perikanan, pemerintah turut menangani sejumlah temuan kontaminasi Cs-137 pada barang ekspor seperti alas kaki, yang mendorong peningkatan pengawasan terhadap seluruh jalur produksi dan peredaran barang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!