Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Terus Ciptakan Wirausaha Baru dari Kampus, UNDIP Gandeng Kementerian UMKM, Perkuat Ekosistem

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 19:34 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Terus Ciptakan Wirausaha Baru dari Kampus, UNDIP Gandeng Kementerian UMKM, Perkuat Ekosistem Doc: istimewa
Ket. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah RI Maman Abdurrahman (tengah) di sela Kuliah Umum di Hall Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (20/11)

JAKARTA –Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, terus memperkuat ekosistem kewirausahaan di kampus. Selama ini Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tersebut setiap tahun melahirkan belasan UMKM baru yang menembus pasar ekspor.

Kali ini Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar Kuliah Umum dan Expo UMKM bersama Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah RI Maman Abdurrahman di Hall Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP. Kegiatan mengangkat tema “Membangun Generasi Mikropreneur Kreatif, Adaptif, dan Berdaya Saing”, sekaligus meneguhkan komitmen UNDIP dalam membina wirausaha muda dan mendorong hilirisasi inovasi menuju Indonesia Emas 2045.

Acara dibuka dengan laporan kegiatan oleh Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Muhammad Riza Adha Damanik, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong terciptanya UMKM masa depan berbasis inovasi dan teknologi.

 Ia menilai karya mahasiswa UNDIP memiliki potensi besar menopang UMKM berkualitas tinggi. Riza juga menekankan pentingnya transformasi mahasiswa dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 500 mahasiswa lintas fakultas di UNDIP.

Selanjutnya, Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Soeharnomo menyampaikan bahwa UNDIP berkomitmen memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui inovasi kampus dan pendampingan usaha mahasiswa. “Semangat mahasiswa sangat luar biasa. UNDIP tidak hanya mendorong lahirnya inovasi, tapi memastikan karya-karya tersebut memberi manfaat dan kontribusi bagi masyarakat. 

Saat ini rata-rata setiap tahun kami menghasilkan 10–15 UMKM baru yang mampu menembus pasar ekspor. Bahkan salah satu usaha mahasiswa telah membukukan omzet hingga Rp1 miliar per tahun. Ini menunjukkan bahwa UMKM bisa naik kelas jika didukung dengan pendampingan dan lingkungan yang tepat,” ujarnya.

Menambahkan pentingnya hilirisasi inovasi, beliau menjelaskan bahwa tahun ini UNDIP menjadi pemohon paten terbesar kedua secara nasional. “Kalau 10 persen saja inovasi tersebut berhasil memasuki pasar, maka kampus dapat menjadi contoh bagaimana riset dan akademik mendorong tumbuhnya kewirausahaan,” ungkapnya.

Dalam kuliah umum, Maman, Menteri UMKM menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa bukan akhir proses pembelajaran, melainkan titik awal pembentukan karakter dan kemampuan menciptakan peluang. “Menjadi mahasiswa bukan tujuan akhir, melainkan pintu gerbang untuk menjelajah ilmu pengetahuan, menempa karakter, mengasah daya juang, membangun jejaring, dan memupuk semangat berwirausaha,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pada tahun 2030 diperkirakan sekitar 14 persen pekerjaan akan hilang akibat otomatisasi, sehingga mahasiswa perlu menjadi pencipta lapangan kerja.

Menteri UMKM juga memberikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa UNDIP, khususnya produk inovasi yang dinilai siap memasuki skala industri. “Saya banyak sekali dapat insight dari riset dan inovasi yang dibuat oleh UNDIP. Contohnya alat roasting biji kopi, ini artinya Indonesia sebenarnya sudah bisa bikin teknologi sendiri. Tinggal bagaimana kita dorong supaya produk unggul seperti ini masuk ke industri dan bisa dikomersialisasi,” ungkapnya.

 “Akses pembiayaan dari pemerintah sudah tersedia. Sekarang tugas kita adalah membawa produk mahasiswa masuk ke rantai industri. Survive itu mudah, tapi bagaimana produk bisa menembus industri, itu tantangannya.” tambahnya.

Perkuat Kolaborasi

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Diponegoro dan Kementerian UMKM turut dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen mendorong kolaborasi dalam pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan pengembangan kewirausahaan dan pemanfaatan inovasi kampus.

Sebagai tindak lanjut kolaborasi tersebut, dilakukan peresmian pusat pengembangan kewirausahaan “Diponegoro Usadaya Preneur” di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP.

 Peresmian dilakukan secara simbolis melalui pemukulan gong, menandai dimulainya operasional pusat UMKM ini sebagai wadah penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis inovasi, kolaborasi, dan keberdayaan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Sentimen The Fed Masih Domi...
Megapolitan
BMKG: Sebagian Jakarta Baka...

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

1.5 jam yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.