Survei OJK: Industri Perbankan Yakin Melaju Kencang hingga Akhir 2025!
📅 Minggu, 23 Nov 2025, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA.
JAKARTA – Bank menilai kinerjanya akan tetap solid hingga akhir 2025, seiring kombinasi pertumbuhan kredit yang terjaga, kualitas aset yang terkendali, serta efisiensi operasional yang terus membaik.
Optimisme ini ditopang oleh tren permintaan pembiayaan yang masih kuat pada segmen produktif, ditambah perbaikan likuiditas dan stabilitas pasar keuangan yang memberi ruang lebih besar bagi ekspansi intermediasi.
Dari sisi risiko, rasio kredit bermasalah yang menurun dan provisi yang lebih terukur memberikan sinyal bahwa tekanan eksternal dapat dikelola dengan baik.
Sementara itu, strategi digitalisasi dan diversifikasi sumber pendapatan non-bunga diproyeksikan memperkuat profitabilitas di tengah dinamika suku bunga.
Dengan fondasi fundamental yang kokoh, bank memperkirakan momentum pertumbuhan dapat dipertahankan hingga akhir tahun, sekaligus menjadi modal penting memasuki 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) menunjukkan perbankan optimis kinerja akan tetap solid hingga akhir 2025, tercermin dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) triwulan IV-2025 yang tercatat sebesar 66 (zona optimis).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam keterangan di Jakarta, Minggu (23/11), mengungkapkan ekspektasi akan membaiknya kondisi makroekonomi domestik menjadi alasan utama responden menyatakan bahwa kinerja perbankan tetap baik didukung keyakinan bahwa perbankan cukup mampu mengelola risiko yang dihadapi.
Prediksi akan membaiknya kondisi makroekonomi domestik menyebabkan Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) pada triwulan IV-2025 kembali ke level optimis, yaitu sebesar 63.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu terutama didorong oleh prakiraan akan meningkatnya pertumbuhan ekonomi domestik seiring penurunan BI-Rate serta ditopang oleh penguatan nilai tukar rupiah.
Konsumsi masyarakat yang biasanya meningkat pada Hari Raya Natal dan tahun baru diyakini akan mampu mendongkrak permintaan terhadap barang dan jasa.
Selain itu, stimulus 8+4+5 dari Pemerintah diperkirakan juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, inflasi juga diperkirakan akan turut meningkat sebagai akibat peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi ini.
Seiring dengan kondisi makroekonomi yang diperkirakan membaik, mayoritas responden meyakini bahwa risiko perbankan pada triwulan IV-2025 masih terjaga dan terkendali.
Hal itu terlihat dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 57 atau berada pada zona optimis seiring dengan keyakinan bahwa kualitas kredit tetap terjaga baik dan Posisi Devisa Netto (PDN) tetap rendah dengan aset dan tagihan valuta asing (valas) yang lebih besar dibandingkan kewajiban valas (long position).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!