Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Downgrade Ukuran Bajumu 3.0 DKI Jakarta Diserbu 4.340 Peserta

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 11:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Downgrade Ukuran Bajumu 3.0 DKI Jakarta Diserbu 4.340 Peserta Doc: Ist
Ket. Program kesehatan DKI Jakarta kembali diminati. Challenge Downgrade Ukuran Bajumu 3.0 diikuti 4.340 peserta yang berkomitmen menurunkan ukuran baju lewat pola hidup sehat.

Sebanyak 4.340 orang mendaftarkan diri sebagai peserta "Challenge Downgrade Ukuran Bajumu 3.0" yang diadakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebagai bagian dari kampanye mengajak masyarakat menjalani pola hidup sehat melalui langkah-langkah sederhana, yakni menurunkan ukuran baju.

"Pada tahun ini total peserta 4.340 (yang mendaftar) untuk seluruh tantangan dan kemudian peserta yang resmi mengikuti tantangan ada 2.761. Jadi 'challenge' ini cukup berat," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu.

Lalu, dari 2.761 peserta, sebanyak 1.241 orang berhasil menuntaskan seluruh rangkaian tantangan. Yakni melakukan jalan kaki minimal 7.500 langkah per hari, menggunakan aplikasi penghitung langkah di telepon seluler (ponsel).

Kemudian, menerapkan pola makan sehat dengan konsep "Isi Piringku" setiap hari dan melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari atau 150 menit per minggu. Selain itu melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan setiap satu minggu sekali selama tantangan berlangsung.

"Challenge Downgrade Ukuran Bajumu 3.0" berlangsung selama enam pekan pada 6 Oktober-16 November 2025 yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia setiap 14 November serta Hari Kesehatan Nasional ke-60 pada 12 November 2025.

"Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa masyarakat Jakarta cukup konsisten dan memiliki komitmen kuat untuk melakukan gaya hidup yang sehat," kata Ani.

Tantangan dimaksudkan bukan hanya soal penampilan, tetapi mengurangi berat badan berlebih, memperbaiki kebugaran, dan menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes dan penyakit jantung serta komplikasinya.

Penyakit diabetes salah satunya bisa dipicu kondisi obesitas yang disebabkan pola hidup tak sehat termasuk pola makan berlebihan dan kurang aktivitas fisik.

Tantangan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup yang aktif, sehat, dan berkelanjutan.

"Tidak hanya sekadar pada saat 'challenge' tapi kami harapkan ini kemudian mengubah kebiasaan," kata dia.

Terkait obesitas, masalah kesehatan ini masih ditemui di DKI Jakarta. Merujuk data hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada November 2025, dari total 1.720.658 orang di Jakarta yang telah dilakukan pengukuran lingkar perut, tercatat 579.812 orang atau sekitar 33,7 persen mengalami obesitas sentral.

Sementara itu, dari 446.116 orang yang dilakukan pemeriksaan tingkat aktivitas fisik, sebanyak 423.521 orang atau 94,94 persen dinyatakan kurang aktivitas fisik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.