Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Meski Simpan Potensi Ekonomi Besar, Desa Masih Jadi Pusat Konsentrasi Kemiskinan

📅 Jumat, 21 Nov 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Untuk memperkuat struktur ekonomi desa secara berkelanjutan, Dwijono menegaskan pentingnya menggiatkan koperasi tani sebagai institusi yang mampu menjamin perkembangan ekonomi perdesaan. “Jika kelembagaan ekonomi dan kegiatan ekonomi di perdesaan bisa berjalan, tentu akan mampu mengurangi angka kemiskinan di pedesaan,” katanya.

Belum Merata

Sementara itu, pengamat Kebijakan Publik Fitra, Badiul Hadi, mengatakan berbagai potensi yang dimiliki desa belum mampu diubah menjadi kesejahteraan yang merata. Beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya kesenjangan antara potensi ekonomi desa dan hasil kesejahteraan.

Banyak desa memiliki sumber daya alam, tenaga kerja, budaya, dan produk lokal yang bernilai jual tinggi, namun rantai nilai ekonomi yang terbentuk sering kali hanya dinikmati oleh pelaku besar di hilir. Desa tetap berada pada posisi tawar rendah.

“Keterbatasan akses permodalan, infrastruktur, teknologi, dan pasar menjadi hambatan utama,”ungkap Badiul.

Masih tingginya angka kemiskinan ekstrem di desa katanya menunjukkan bahwa intervensi selama ini masih berjalan parsial dan belum menyentuh akar persoalan, seperti rendahnya produktivitas, minimnya diversifikasi ekonomi, terbatasnya lapangan kerja non-pertanian, dan lemahnya tata kelola pembangunan desa.

Kondisi itu menunjukkan perlunya pergeseran pendekatan dari sekadar pembangunan fisik menuju penguatan sumber daya manusia (SDM), kapasitas produksi dan peningkatan pendapatan.

Untuk memperkuat pembangunan desa sebagai penggerak ekonomi rakyat, Pemerintah perlu mendorong transformasi ekonomi desa berbasis potensi lokal dengan memperkuat rantai nilai dan profesionalisasi BUMDes agar mampu menjadi agregator usaha masyarakat.

Intervensi pengentasan kemiskinan ekstrem harus diarahkan langsung pada rumah tangga miskin melalui peningkatan kapasitas produksi, akses pembiayaan ultra-mikro, serta perluasan peluang usaha dan pekerjaan.

Pemerintah juga perlu memastikan infrastruktur dasar seperti listrik, internet, logistik, dan fasilitas produksi memadai untuk mendorong produktivitas dan membuka akses pasar yang lebih luas. Dan modernisasi pertanian dan penciptaan lapangan kerja non-pertanian penting dilakukan untuk diversifikasi ekonomi desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.