Upaya Meredakan Ketegangan Mandek, Tiongkok dan Jepang Belum Temukan Titik Temu

Rabu, 19 Nov 2025, 19:05 WIB

Beijing - Pemerintah Tiongkok dan Jepang belum menemukan titik temu terkait ketegangan yang dipicu pernyataan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi soal Taiwan.

Kebuntuan terjadi meski pejabat kementerian luar negeri (kemlu) dari kedua negara telah melakukan pertemuan konsultasi di Beijing.

Ket. Foto: Turis terlihat di dekat Stasiun Shibuya di Tokyo, Jepang, (17/11). Sejumlah media dan pakar Jepang khawatir bahwa dampak dari pernyataan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi tentang Taiwan merembet ke perekonomian Jepang yang sudah lesu, dan memburuknya hubungan Jepang-China dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi negatif pada kuartal keempat (Q4). — Sumber: Antara

"Dalam konsultasi tersebut, Tiongkok kembali mengajukan protes keras kepada Jepang atas pernyataan keliru PM Sanae Takaichi mengenai Tiongkok. Kami menegaskan bahwa pernyataan tersebut secara serius melanggar hukum internasional dan norma-norma dasar hubungan internasional," kata Mao Ning, juru bicara Kemlu Tiongkok, Selasa (18/11).

Pada 7 November, Takaichi menyatakan di parlemen bahwa penggunaan kekuatan militer Tiongkok terhadap Taiwan bisa "menimbulkan situasi yang mengancam kelangsungan hidup bagi Jepang" dan menegaskan tidak akan menarik pernyataannya itu.

Pernyataan Takaichi tersebut dinilai bisa memicu penggunaan hak bela diri kolektif Jepang untuk mendukung Amerika Serikat jika Tiongkok melakukan blokade atau tekanan terhadap Taiwan, meski Konstitusi Jepang melarang perang.

"Pernyataan itu mengikis tatanan internasional pasca-Perang Dunia II, dan bertentangan dengan prinsip 'Satu Tiongkok' serta semangat empat dokumen politik antara Tiongkok dan Jepang. Pernyataan itu telah menimbulkan kerusakan mendasar pada fondasi politik hubungan Tiongkok–Jepang," kata Mao Ning.

Dia menyebut pernyataan itu memicu kemarahan rakyat Tiongkok, sehingga warga negara Jepang di Tiongkok diperingatkan untuk berhati-hati dan menghindari kerumunan besar.

"Tiongkok dengan serius mendesak Jepang untuk mencabut pernyataan keliru PM Sanae Takaichi, berhenti memprovokasi isu-isu yang berkaitan dengan Tiongkok, mengambil langkah-langkah praktis untuk mengakui dan memperbaiki kesalahan, serta menegakkan fondasi politik hubungan Tiongkok–Jepang," kata Mao Ning.

Dia menegaskan Tiongkok akan membela kepentingannya dan meminta Jepang "mencabut pernyataannya yang keliru, berubah, dan memberikan jawaban yang jelas dan memuaskan kepada rakyat Tiongkok."

Mao Ning mengingatkan sejarah agresi Jepang serta pembatasan pascaperang, termasuk Proklamasi Potsdam dan konstitusi pasifis. Namun, kata dia, Jepang belakangan "secara drastis menyesuaikan kebijakan keamanan dan pertahanannya" dengan menaikkan anggaran, melonggarkan ekspor senjata, dan mengembangkan kemampuan ofensif.

"Pelajaran dari sejarah tidak boleh dilupakan, diputarbalikkan, atau bahkan dihapus. Delapan puluh tahun kemudian, militerisme tidak boleh hidup kembali di Jepang,” katanya.

Pernyataan Takaichi

Ketegangan yang dipicu pernyataan Takaichi itu meningkat setelah Konsul Jenderal Tiongkok di Osaka, Xue Jian, menulis di platform X tentang "memenggal leher kotor tanpa ragu sedetik pun" sebelum unggahan itu dihapus.

Pemerintah Tiongkok kemudian mengimbau warganya, termasuk calon mahasiswa yang akan kuliah, untuk tidak pergi ke Jepang. Maskapai Tiongkok melaporkan sekitar 491.000 penerbangan tujuan Jepang telah dibatalkan sejak Sabtu (15/11).

Di Tokyo, Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengatakan Jepang "terbuka bagi semua bentuk dialog" dengan Tiongkok. Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi mengusulkan "komunikasi berlapis di berbagai bidang" di antara kedua negara.

Sementara itu, media Tiongkok melaporkan bahwa dua film Jepang yang dijadwalkan tayang akhir pekan ini dan awal Desember telah ditunda pemutarannya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.