Strategi Pemerintah Kawal Perluasan 5G Pasca-Lelang Frekuensi Pita 700 MHz dan 2.6 GHz
Jumat, 12 Jun 2026, 04:46 WIBJAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyebutkan pemantauan berkala menjadi strategi untuk memastikan perluasan konektivitas 5G dapat dipenuhi usai frekuensi pitalebar 700 MHz dan 2.6 GHz selesai melewati tahapan lelang dan mendapatkan pemenangnya.
"Pemenuhan kewajiban akan dipantau secara berkala oleh Komdigi. Dalam hal pemenang seleksi tidak memenuhi kewajiban sebagai pemenang seleksi, dimana salah satunya adalah penyediaan layanan 5G, maka pemenang seleksi dapat dikenai sanksi dan denda sesuai ketentuan perundang-undangan," kata Ketua Tim Panitia Seleksi lelang frekuensi pita lebar 700 MHz dan 2,6 GHz Denny Setiawan dalam pesan yang diterima wartawan, Kamis (11/6).
Denny yang juga merupakan Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemkomdigi itu menjelaskan bahwa salah satu kewajiban yang akan melekat pada Pemenang Seleksi 700 MHz dan 2,6 GHz adalah menyediakan layanan akses internet menggunakan standar teknologi 5G (IMT/International Mobile Telecommunication-2020).
Layanan itu harus dihadirkan pada kota maupun kabupaten yang telah ditetapkan berdasarkan regulasi yang berlaku dengan standar kualitas sinyal yang memadai.
Dengan pemantauan berkala, maka harapannya penyediaan layanan jaringan 5G nasional di berbagai wilayah Indonesia bisa berjalan secara menyeluruh dan terukur sesuai komitmen yang telah disampaikan oleh pemenang seleksi.
Membahas lelang frekuensi, Kemkomdigi telah membuka lelang frekuensi pitalebar 700MHz dan 2.6 GHz pada awal April 2026.
Langkah ini berjalan berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 175 Tahun 2026 tentang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2026.
Pita frekuensi radio 700 MHz merupakan pita frekuensi radio low-band, yang disebut digital dividend karena dihasilkan setelah selesainya migrasi siaran televisi analog ke televisi digital (Analog Switch Off/ASO).
Frekuensi radio ini memiliki cakupan sinyal yang sangat luas dan kemampuan menembus hambatan fisik solid seperti bangunan.
Sementara Pita frekuensi radio 2,6 GHz adalah pita frekuensi mid-band yang sangat ideal untuk menopang kapasitas saluran dan kecepatan transmisi data skala besar seperti teknologi 5G. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Hugo Ekitike Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026
-
Siapkan Dokumen! Ini Lokasi Samsat Keliling Hari Ini di Jadetabek
-
Gakkum Kemenhut Berhasil Bongkar Dugaan Jaringan Internasional Penyundupan Sisik Trenggiling
-
Ericsson Dorong Percepatan 5G di Indonesia, Disebut Kunci Daya Saing Ekonomi Digital Menuju 2045
-
Liga Inggris: Arsenal Waspadai Kebangkitan Manchester City, De Zerbi Usung Misi Penyelamatan Spurs
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.