Dua Negara Bekas Jajahan Belanda, Curacao dan Suriname di Ambang Lolos ke Piala Dunia 2026
📅 Rabu, 19 Nov 2025, 09:40 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
PARIS – Dua negara asal Karibia, Curacao dan Suriname, berpeluang menciptakan sejarah dengan memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 dalam laga kualifikasi, Rabu (19/11). Dalam era baru turnamen yang diperluas menjadi 48 peserta, semakin banyak negara kecil mendapat peluang tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Jika berhasil, Curacao dan Suriname akan menyusul deretan debutan lain seperti Cape Verde, Uzbekistan, dan Yordania pada putaran final di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, berdampingan dengan raksasa-raksasa sepak bola seperti juara lima kali Brasil dan juara dua kali Prancis.
Curacao menghancurkan Bermuda 7-0 pekan lalu untuk memuncaki grup mereka di zona CONCACAF, unggul satu poin. Kemenangan telak itu membuka peluang besar bagi negara kepulauan kecil di utara Venezuela tersebut untuk meraih tiket Piala Dunia, cukup dengan menghindari kekalahan saat menghadapi Jamaika di Kingston.
Persiapan Curacao sempat terganggu setelah pelatih kawakan asal Belanda, Dick Advocaat, harus meninggalkan kamp tim karena alasan keluarga. Meski demikian, Curacao yang merupakan wilayah otonom Kerajaan Belanda dengan populasi hanya sekitar 150.000 jiwa berpeluang menjadi negara dengan jumlah penduduk paling sedikit yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia.
Suriname memimpin grup melalui selisih gol dan bisa memastikan tiket bersejarah jika menang di Guatemala City, dengan catatan Panama tidak mengalahkan El Salvador yang sudah tersingkir. Jika Suriname dan Panama sama-sama menang, Suriname harus mempertahankan keunggulan selisih gol untuk menyegel posisi puncak grup.
Sebaiknya Anda baca juga:
Cape Verde lebih dulu memastikan diri lolos dari zona Afrika bulan lalu. FIFA bahkan merilis video para pemain yang berlari ke tribune untuk merayakan bersama suporter. Kapten Ryan Mendes menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari proses panjang.
“Kami sudah mengikuti empat edisi Piala Afrika dan pernah sangat dekat lolos ke Piala Dunia 2014. Banyak yang telah dicapai selama bertahun-tahun. Hari ini, kami bisa mengatakan ini adalah hasil yang logis,” ujar Mendes dari Turki, tempat ia berkarier.
Ia menambahkan, atmosfer di kepulauan berpenduduk 525.000 jiwa itu sangat luar biasa. “Semua orang gembira, baik di Cape Verde maupun di diaspora. Hanya membicarakannya saja membuat bulu kuduk saya merinding,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Eropa, kejutan jauh lebih sedikit. Beberapa kekuatan besar, termasuk Italia, juara dunia empat kali, dan Swedia yang bertabur bintang, masih harus melalui babak playoff untuk mengamankan tiket.
Secara keseluruhan, janji Presiden FIFA Gianni Infantino bahwa perluasan Piala Dunia menjadi 48 tim akan membuka kesempatan lebih luas bagi negara kecil terbukti mulai terwujud, meski kritik terkait potensi ketimpangan skor tetap bermunculan.
Infantino bahkan dikabarkan mempertimbangkan menaikkan jumlah peserta menjadi 64 negara untuk edisi 2030, langkah yang dapat membuka panggung Piala Dunia bagi lebih banyak negara yang sebelumnya tidak pernah membayangkan tampil di turnamen terbesar sepak bola tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!