Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

13.600 Siswa Muslim SD Ikuti Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) 2025 Serentak

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 12:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
13.600 Siswa Muslim SD Ikuti Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) 2025 Serentak Doc: Antara Foto
Ket. Siswa Sekolah Dasar (SD) mengikuti Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) yang diinisiasi Kementerian Agama.

Sebanyak 13.600 dari 16.376.085 siswa Muslim Sekolah Dasar (SD) di seluruh Indonesia mengikuti Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) 2025 secara serentak yang diinisiasi Kementerian Agama pada 18 – 21 November 2025.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menjelaskan ANLDB menjadi instrumen penting dalam menilai keterpaduan antara pengetahuan, praktik ibadah, dan sikap keagamaan siswa. Selain itu, menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memetakan tingkat literasi keagamaan peserta didik sejak dini.

“Asesmen ini tidak sekadar mengukur kemampuan kognitif, tetapi juga menilai dimensi spiritual dan sosial-keagamaan. Tujuannya agar pendidikan agama benar-benar membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama,” ujar Suyitno di Jakarta, Selasa.

Menurut Suyitno, asesmen literasi dasar beragama merupakan bagian dari mendorong pembiasaan praktik keagamaan dan sikap sosial-keagamaan yang seimbang antara pengetahuan, pengamalan, dan akhlak.

“Kita ingin memastikan bahwa pendidikan agama menjadi ruang tumbuhnya nalar keberagamaan yang toleran, terbuka, dan berkeadaban. Inilah wajah pendidikan agama yang menyejukkan dan relevan dengan semangat kebangsaan,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam M. Munir menegaskan pelaksanaan ANLDB dilakukan secara nasional mengukur tingkat literasi dasar keagamaan siswa SD/SDLB secara objektif dan menyeluruh mencakup aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif.

Dikatakan Munir, Siswa yang mengikuti asesmen merupakan data sampling siswa SD yang mengikuti asesmen berasal dari 34 provinsi, 136 kabupaten/kota 680 SD dengan jumlah 20 siswa kelas 5 pada setiap SD yang dipilih secara acak melalui sistem.

“Kegiatan ini melibatkan siswa SD kelas 5 yang terpilih secara sampling. Dengan demikian, hasil asesmen dapat menjadi dasar pemetaan kompetensi literasi keagamaan yang objektif dan representatif,” kata Munir.

Ditjen Pendidikan Islam melibatkan Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan pada Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pelibatan ini menjadi dasar pertimbangan kebutuhan legitimasi akademik, sehingga ANLDB sebagai kegiatan yang berbasis kajian ilmiah dan diakui secara nasional.

"Saya ingin apa yang kita lakukan ini pertama, memiliki basis ilmiah yang mumpuni. Itu wajib hukumnya. Kedua, hasilnya diketahui bukan hanya oleh internal Kemenag, tetapi juga pihak-pihak yang berkepentingan seperti Bappenas, KemenPAN-RB, dan DPR," kata Munir.

Dalam pelaksanaannya, kata Munir, Kemenag menerapkan dua metode asesmen. Pertama, tes tertulis. Peserta diberikan soal tertulis yang berisi pertanyaan pilihan ganda untuk mengukur pengetahuan, pemahaman konsep, dan kemampuan berpikir peserta.

Kedua, Tes Praktik Baca Al Quran. Proses membaca Al Quran untuk mendapatkan informasi mendalam tentang kemampuan peserta.

“Asesmen dilaksanakan dengan melakukan pengisian melalui aplikasi SIAGA dengan login menggunakan NISN. Sedangkan alternatif luring (kertas) untuk sampel di wilayah dengan keterbatasan internet,” kata Munir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.