Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korut: Kesepakatan Kapal Selam AS-Korsel Picu Efek Domino Nuklir

📅 Selasa, 18 Nov 2025, 11:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korut: Kesepakatan Kapal Selam AS-Korsel Picu Efek Domino Nuklir Doc: NK News/Korps Marinir AS
Ket. Kapal selam USS Mississippi (SSN 782), berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut HMAS Stirling milik Angkatan Laut Australia, November 2022

SEOUL - Korea Utara mengecam kesepakatan antara Seoul dan Washington untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir. Kesepakatan tersebut akan menyebabkan efek domino nuklir.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengumumkan finalisasi perjanjian keamanan dan perdagangan yang telah lama ditunggu-tunggu dengan Amerika Serikat pekan lalu, termasuk rencana melanjutkan pengembangan kapal bertenaga atom.

Seoul mengatakan telah mendapatkan "dukungan untuk memperluas kewenangan kami atas pengayaan uranium dan pemrosesan ulang bahan bakar bekas".

Dalam komentar pertamanya menanggapi kesepakatan tersebut, Korea Utara, negara yang bersenjata nuklir membalas bahwa program kapal selam tersebut merupakan "upaya konfrontasi yang berbahaya".

Perjanjian tersebut merupakan "perkembangan serius yang mengganggu stabilitas keamanan militer di kawasan Asia-Pasifik di luar Semenanjung Korea dan menyebabkan situasi kendali nuklir yang mustahil di ranah global," demikian komentar yang dimuat oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada hari Selasa (18/11).

Kepemilikan kapal selam nuklir Korea Selatan "pasti akan menyebabkan 'fenomena domino nuklir' di kawasan dan memicu perlombaan senjata panas", tambah Pyongyang. Pyongyang juga menyatakan bahwa "DPRK (Korea Utara) akan mengambil tindakan balasan yang lebih beralasan dan realistis," mengingat "niat konfrontatif" kedua negara.

Oktober lalu, KCNA mengatakan Korea Utara telah melakukan uji coba mesin balistik kesembilan dan terakhir, yang mengindikasikan bahwa peluncuran penuh ICBM baru dapat dilakukan dalam beberapa bulan mendatang.

Komentar tersebut muncul sehari setelah Seoul mengusulkan perundingan militer dengan Pyongyang untuk mencegah bentrokan perbatasan, tawaran pertama dalam tujuh tahun.

Presiden Lee juga menawarkan untuk mengadakan diskusi yang lebih luas dengan Korea Utara tanpa prasyarat, sebuah pembalikan tajam dari sikap agresif yang diambil oleh pendahulunya yang konservatif.

Komentar tersebut menunjukkan kekhawatiran Korea Utara bahwa jika Korea Selatan memperoleh kapal selam bertenaga nuklir, "hal itu bisa menjadi batu loncatan bagi negara tersebut untuk mencapai status negara semi-senjata nuklir," ujar Yang Moo-jin, profesor di Universitas Studi Korea Utara di Seoul, kepada AFP.

"Langkah ini kemungkinan akan berdampak negatif pada prospek penyelenggaraan perundingan militer antar-Korea," tambah Yang.

Korea Utara belum menanggapi ajakan Lee.

Beijing juga menyuarakan kehati-hatian atas kesepakatan Washington-Seoul mengenai teknologi kapal selam nuklir pada hari Kamis.

Kemitraan ini "melampaui sekadar kemitraan komersial, secara langsung menyentuh rezim non-proliferasi global dan stabilitas Semenanjung Korea serta kawasan yang lebih luas", ujar Dai Bing, duta besar Tiongkok untuk Seoul, kepada para wartawan pekan lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.