Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

424 Warga Korban Longsor Banjarnegara akan Direlokasi

📅 Selasa, 18 Nov 2025, 22:55 WIB | Oleh:
424 Warga Korban Longsor Banjarnegara akan Direlokasi Doc: Antara
Ket. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (tengah) dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (18/11/2025).

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan relokasi bagi 424 warga korban longsor di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, dari tempat pengungsian ke hunian sementara sebagai langkah percepatan penanganan pascabencana

Usai Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan lahan seluas dua hektare sudah disiapkan di Banjarnegara untuk pembangunan hunian sementara.

“Ini kita koordinasikan dengan bupatinya,” kata dia menjelaskan.

Ia mengatakan relokasi harus dilakukan segera agar warga tidak berlama-lama tinggal di pengungsian.

Menurut dia, jumlah pengungsi yang akan direlokasi mencapai 424 jiwa

“Hunian sementara ini sesegera mungkin. Hunian tetap akan kita pikirkan setelahnya,” kata dia menegaskan.

Selain di Banjarnegara, kata dia, relokasi juga dipersiapkan untuk warga terdampak longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

“Untuk Majenang kita siapkan hunian sementara maupun hunian tetap. Fokus kita hunian sementara dulu,” katanya.

Menurut Luthfi, langkah relokasi merupakan bagian dari penanganan pascabencana yang harus cepat dan terencana, dengan dukungan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati mengapresiasi langkah proaktif Pemprov Jateng.

“Tidak bisa lagi menunggu kejadian bencana baru sibuk merespons. Jateng sudah bergerak dari awal,” katanya.

Raditya menekankan pentingnya setiap daerah memiliki peta risiko yang disesuaikan dengan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sehingga akan kelihatan wilayah dengan ancaman curah hujan tinggi, banjir, maupun longsor.

Ia juga mengatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan untuk menekan potensi hujan ekstrem di wilayah rawan.

“Ini diprioritaskan untuk wilayah dengan potensi hujan di atas 300 milimeter per hari,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.