Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Grand Final Sika Tiler Competition 2025, Tim Lamongan Wakili Indonesia di Ajang Kompetisi Keramik Dunia

📅 Senin, 17 Nov 2025, 18:58 WIB | Oleh:
Grand Final Sika Tiler Competition 2025, Tim Lamongan Wakili Indonesia di Ajang Kompetisi Keramik Dunia Doc: Sika Indonesia
Ket. Sika Indonesia sukses menyelenggarakan Grand Final Sika Tiler Competition 2025 di Tangerang. Tim 1 Lamongan tampil sebagai juara dan akan mewakili Indonesia di kompetisi aplikator keramik internasional di Hong Kong pada Februari 2026.

JAKARTA – Setelah melalui rangkaian kompetisi dari Semarang dan Surabaya, Sika Indonesia sukses menggelar Grand Final Sika Tiler Competition 2025, pada Sabtu (16/11) di Mall Alam Sutera, Tangerang. Kompetisi nasional ini menjadi penutup perjalanan panjang para aplikator keramik profesional yang telah berkompetisi sejak Juli 2025.

Tim 1 dari Lamongan, Jawa Timur berhasil meraih tiket mewakili Indonesia di ajang kompetisi aplikator keramik di Hong Kong pada Februari 2026. Timi ini akan bersaing di kancah global melawan aplikator profesional dari berbagai negara di dunia.

Channel Distribution Manager Sika Indonesia, Basuki Setiawan, menyampaikan apresiasi atas kegigihan para aplikator yang mengikuti Sika Tiler Competition 2025. Pihaknya melihat para aplikator keramik sebagai garda terdepan, yang keahliannya menentukan hasil akhir dan ketahanan suatu bangunan.

“Melalui Tiler Competition ini, kami tidak hanya mencari yang tercepat, tetapi juga yang paling presisi dan rapi, sejalan dengan kampanye global Sika ‘Beyond the Expected’. Sika Tiler Competition merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kompetensi aplikator di Indonesia dan mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja konstruksi nasional,” ujar dia melalui keterangan tertulis pada hari Senin (17/11).

Sika Tiler Competition yang kini memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, merupakan wujud komitmen nyata Sika dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi. Tahun ini, Sika Tiler Competition dirancang lebih kompleks untuk menguji keahlian teknis secara menyeluruh. Kompetisi ini disebut menuntut keahlian tinggi, pemahaman teknis, dan kerja tim solid dalam menyelesaikan pemasangan sesuai pola gambar kerja yang ditentukan juri.

Sebanyak 48 tim profesional berpartisipasi dalam babak grand final, yang terdiri dari pemenang dari Semarang dan Surabaya, serta para pemenang dari babak penyisihan yang telah diadakan di berbagai modern outlet di seluruh Indonesia.

Tantangan di babak grand final kali ini memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi, menguji kecepatan, ketelitian, serta presisi para peserta dalam menghasilkan pemasangan keramik yang kuat dan estetis dengan mengaplikasikan produk unggulan Sika, yaitu SikaCeram TileFix (perekat keramik) dan Sika Tile Grout (pengisi nat).

Penilaian dilakukan secara objektif oleh tim juri profesional yaitu Perwakilan Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Banten dengan fokus pada kualitas hasil pemasangan (kerapatan dan kekuatan rekat), ketepatan waktu, kerapian, dan estetika hasil akhir.

Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Banten, Riasti Anggraini Gunawan menyatakan bahwa standar penilaian pada grand final ini sangat ketat. Pihaknya tidak hanya melihat kecepatan, elemen kunci yang dicari adalah kerataan permukaan, kekuatan rekat (tidak adanya rongga udara), dan kesempurnaan nat.

“Hasil pemasangan keramik adalah bagian integral dari estetika desain interior, dan kompetisi ini membuktikan bahwa aplikator Indonesia memiliki kemampuan untuk mencapai standar kualitas tinggi yang dibutuhkan oleh proyek-proyek di Indonesia,” ungkapnya.

Setelah melalui penilaian yang intens, tim 1 dari Lamongan, Jawa Timur yang diwakili oleh Murtoni dan M. Ali Fauzi dinobatkan sebagai Juara Pertama Sika Tiler Competition 2025, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini.” ujarnya.

“Perjuangan dari babak kualifikasi hingga Grand Final ini sangat menguras tenaga, tetapi kami termotivasi untuk membuktikan bahwa kami, aplikator dari Indonesia, mampu bersaing di panggung dunia. Kami berterima kasih kepada Sika yang telah memberikan edukasi dan produk terbaik. Ini adalah impian yang menjadi kenyataan, dan kami siap membawa nama baik Indonesia di Hong Kong,” serunya.

Selain mendapatkan hadiah uang tunai 6.000.000 rupiah, tim 1 dari Lamongan, Jawa Timur akan bersaing di kancah global melawan aplikator profesional dari Vietnam, India, Tiongkok, Brasil, Amerika Serikat, negara-negara Eropa, serta tim perwakilan dari berbagai negara di benua Afrika dan Amerika Selatan.

Juara 2 diraih oleh Tim 2 dari Semarang (Demak), yang diwakili oleh Warsito dan Sukahar, dengan hadiah 4.500.000 rupiah. Sementara itu, Juara 3 diberikan kepada Tim 4 dari Jabodetabek, yakni Supiyuloh dan Sugiyo, yang menerima hadiah 2.500.000 rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.