• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Jangan Sampai Tertipu! Ini...

Jangan Sampai Tertipu! Ini Beda Transplantasi Rambut DHI Asli dan Palsu, Kenali Bahayanya

Minggu, 16 Nov 2025, 17:00 WIB

JAKARTA - Permintaan layanan transplantasi rambut di Indonesia terus melonjak seiring tingginya perhatian masyarakat terhadap penampilan. Di tengah popularitas tersebut, muncul fenomena mengkhawatirkan berupa maraknya klinik yang mengklaim menggunakan teknik Direct Hair Implantation (DHI) meski tidak memenuhi standar aslinya.

Teknik DHI dikenal sebagai metode modern yang dilakukan tanpa sayatan, tanpa rasa sakit, dan tanpa meninggalkan bekas luka. Namun, sejumlah klinik mencoba meniru atau memodifikasi nama DHI hanya demi menarik pasien sehingga masyarakat diimbau lebih waspada terhadap prosedur palsu yang tidak sesuai standar.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Metode DHI autentik dikembangkan oleh DHI Global Medical Group, lembaga medis internasional yang berdiri sejak 1970 di Athena, Yunani. Lembaga ini kini memiliki lebih dari 70 klinik resmi yang tersebar di 45 negara dan dipercaya lebih dari 500.000 pasien, termasuk pejabat, dokter, dan selebritas.

Dalam prosedur asli, setiap tahap harus mengikuti protokol medis internasional yang ketat mulai dari konsultasi, persiapan, implantasi, hingga perawatan pasca tindakan. Protokol tersebut memastikan seluruh proses berjalan aman, akurat, dan sesuai standar global yang telah ditetapkan.

Keunggulan utama teknik DHI asli adalah penggunaan metode Single-Step Implantation yang dilakukan dengan alat eksklusif bernama DHI Implanter. Alat ini memungkinkan dokter menanam folikel rambut tanpa membuat sayatan sehingga kedalaman, arah, dan sudut tumbuh rambut dapat diatur secara presisi.

Seluruh proses implantasi wajib dilakukan langsung oleh dokter yang telah menempuh pendidikan standar DHI Global, bukan teknisi atau asisten. Folikel rambut juga harus segera ditanam setelah diambil untuk menjaga tingkat keberhasilan yang mencapai 97 persen, jauh lebih tinggi dibanding metode konvensional.

Dalam perhitungan kebutuhan rambut, klinik resmi DHI menerapkan kalkulasi personal sesuai bentuk wajah dan kondisi rambut pasien. Pendekatan ini membuat hasil transplantasi terlihat 100 persen natural sehingga tidak menggunakan konsep maksimal graft seperti metode umum.

Sebaliknya, banyak klinik yang mengaku memakai metode DHI tetapi sebenarnya hanya memodifikasi teknik FUE konvensional. Klinik-klinik tersebut tetap menggunakan dua langkah membuat saluran lalu menanam folikel namun melabelinya sebagai DHI demi meningkatkan nilai jual.

Prosedur tiruan ini biasanya dilakukan tanpa protokol standar, tanpa sertifikasi resmi, dan tanpa batas waktu penanaman graft yang seharusnya dijaga ketat. Akibatnya, banyak pasien mengeluhkan hasil tidak alami dengan kepadatan rendah, arah tumbuh salah, hingga muncul jaringan parut.

Tak sedikit juga klinik palsu yang memakai foto editan atau gambar dari internet untuk promosi. Praktik menyesatkan ini semakin memperkeruh situasi dan membuat calon pasien sulit membedakan layanan yang benar-benar aman dan bersertifikasi.

"Pemasaran seperti ini menyesatkan dan berpotensi membahayakan pasien yang tidak memahami perbedaannya," ujar Dr. Cintawati Farmanina, M.Bio (AAM), pendiri Farmanina Hair & Aesthetic Clinic.

Farmanina Hair & Aesthetic Clinic diketahui sebagai satu-satunya klinik resmi DHI Global Medical Group di Indonesia. Klinik ini telah berdiri sejak 2006 dan menjadi pelopor transplantasi rambut modern di Tanah Air dengan standar internasional yang terverifikasi.

Bagi calon pasien yang ingin menjalani prosedur transplantasi rambut, verifikasi sertifikasi resmi DHI Medical Group menjadi syarat utama. Masyarakat juga disarankan memastikan klinik yang dituju benar-benar resmi serta memeriksa rekam jejak dan foto hasil pasien asli yang dapat dipertanggungjawabkan.

Saat ini, Farmanina memiliki jaringan klinik terbesar di Indonesia dengan tiga cabang di Jakarta, satu cabang di Bali, dan satu cabang baru di Surabaya yang dibuka pada November 2025. Jaringan ini turut diperluas lewat kerja sama Farmanina Hair Transplant Center dengan Premium Dermalove di Batam dan Keilyn Beauty Center di Balikpapan.

Klinik resmi selalu terbuka mengenai proses tindakan, risiko, dan hasil yang realistis dengan mengutamakan keamanan serta kejujuran biaya bagi pasien. Transparansi inilah yang membuat standar DHI Global terus dipercaya sebagai teknik transplantasi rambut yang benar-benar aman.

"Kami ingin memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan hasil transplantasi rambut yang aman, alami, dan sesuai standar global bukan versi tiruannya."

Penegasan tersebut disampaikan Dr. Cintawati Farmanina M.Bio (AAM), yang menekankan pentingnya meminta hitungan folikel yang logis serta penjelasan medis yang transparan dari pihak klinik.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.