Parah Nih, Kirim Paket Kerupuk Sanjai Ternyata Berisi Sabu
📅 Sabtu, 15 Nov 2025, 18:42 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Al Fatah
Bukittinggi -- Satuan Reskrim Narkoba Kepolisian Resor Kota Bukittinggi, Sumatera Barat menangkap seorang terduga pengedar narkotika jenis sabu-sabu yang dikirim melalui jasa ekspedisi tujuan Bekasi, Jawa Barat dengan paket kerupuk sanjai.
"Terduga inisial J alias Lay (40) ditangkap dini hari tadi setelah mencoba mengirim 50 gram sabu yang disisipkan ke dalam kotak berisi kerupuk Sanjai tujuan Bekasi," kata Kasat Reskrim Narkoba Polresta Bukittinggi AKP Nofridal, Sabtu (15/11).
Menurutnya kasus ini diungkap dalam Operasi Tumpas Bandar 2025. Pelaku ditangkap di rumahnya di Simpang Tabek Panjang, Agam.
"Penangkapan berlangsung cepat kurang dari 12 jam setelah petugas ekspedisi melaporkan adanya gerak-gerik mencurigakan saat Lay mengirim paket ke Bekasi pada Jumat pagi," katanya.
Menurutnya pengungkapan bermula dari laporan petugas ekspedisi yang mendapati jawaban Lay berputar-putar saat ditanya isi paket.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami datang ke lokasi dan membuka paket di hadapan pihak ekspedisi. Di dalam kotak, sabu diselipkan bersama tiga bungkus kerupuk sanjai," ujarnya.
Rekaman CCTV dan ciri fisik pengirim kemudian dipadukan untuk menelusuri pelaku hingga tim melakukan pemantauan bergantian di radius lima kilometer dari lokasi pengiriman.
Polisi mendapati Lay baru saja pulang dari rumah rekannya, Robi, yang kini menjadi buronan dan diduga sebagai pemasok sabu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di rumah Lay, polisi menemukan satu paket sabu lain yang disembunyikan di kandang kambing di belakang rumahnya.
"Pelaku mengaku diperintah pelaku lain inisial RB untuk mengirim sabu ke Bekasi. Modus ini sudah tiga kali ia lakukan," kata AKP Nofridal.
Di rumah RB, polisi mengamankan seorang pria berinisial K (39) yang kedapatan membawa setumpuk ganja dan alat hisap sabu. RB sendiri tidak berada di lokasi saat penggeledahan berlangsung.
Sementara itu, petugas ekspedisi bernama Nita mengaku mulai curiga karena perilaku Lay tidak lazim ketika ditanya soal isi paket.
"Jawabannya tidak nyambung, jadi saya lapor ke kantor pusat dan disarankan membuka paket sambil direkam. Ternyata benar ada sabu di dalamnya," ujarnya.
Dalam pemeriksaan, Lay mengaku menggunakan nama pengirim fiktif, Linda, warga Panampuang, agar tidak terlacak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!