Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Ciptakan Motor Hidrogen Bebas Emisi
📅 Jumat, 14 Nov 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Bandung - Sekelompok mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung berhasil membangun motor sport bertenaga hidrogen yang sepenuhnya tanpa emisi, di tengah derasnya arus transisi menuju energi bersih.
Motor bertuliskan FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) Jawara yang jadi tonggak baru lahirnya inovasi kendaraan masa depan hasil kreasi anak muda Indonesia itu, juga telah ditunjukkan dalam pameran inovasi pendidikan vokasional di Gedung Balai Pertemuan Umum UPI, Selasa (12/11).
"Motor ini sepenuhnya digerakkan energi bersih. Hidrogen diubah menjadi listrik lewat fuel cell, lalu digunakan untuk menggerakkan motor," ujar Muhammad Zidan, mahasiswa angkatan 2023 sekaligus penanggung jawab sistem elektrika dan wiring harness body, di Bandung, Kamis (13/11).
Memiliki desain futuristik dan senyap tanpa suara mesin, motor yang digerakkan oleh listrik hasil dari reaksi hidrogen dalam fuel cell, dengan keluaran hanya berupa uap air, prototipe ini dikembangkan sejak 2024.
Pengembangan, dilakukan oleh sepuluh mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Pendidikan Teknologi Industri (FPTI) UPI di bawah bimbingan dosen Sriyono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Proses perakitan motor dilakukan dalam waktu tiga bulan setelah lima bulan tahap desain, dengan 80 persen komponennya berasal dari dalam negeri, di mana hanya fuel cell yang masih diimpor dari Meksiko.
"Kami ingin nantinya Indonesia mampu memproduksi fuel cell sendiri, agar proyek seperti ini bisa sepenuhnya mandiri," kata Zidan.
Motor satu jok ini, disebut mampu menempuh jarak 428 kilometer hanya dengan dua liter hidrogen, dan memiliki kecepatan maksimum 80 km/jam. Dilengkapi sistem regenerative braking, motor ini bahkan mampu mengubah energi pengereman menjadi daya listrik tambahan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain ramah lingkungan, motor hidrogen UPI juga dibekali berbagai fitur canggih, seperti sensor hidrogen dengan sistem cut-off otomatis saat terdeteksi kebocoran.
Kemudian, pemantauan tekanan gas dan suhu mesin berbasis Internet of Things (IoT), GPS tracker dan kartu RFID untuk keamanan, serta fitur kendali jarak jauh yang memungkinkan pemilik mematikan mesin lewat SMS bila motor hilang.
"Semua kami rancang agar aman, efisien, dan cerdas," ucapnya.
Awal Mula
Zidan menjelaskan cikal bakal motor ini bermula dari ajang PLN Innovation and Competition in Electricity (ICE) 2024, yang merupakan lomba rancang bangun motor hidrogen yang diikuti 30 perguruan tinggi.
Tim UPI menjadi satu dari dua tim terbaik yang mendapat pendanaan untuk merealisasikan prototipe, bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!