Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bobibos Viral, Wagub Jabar Pastikan Tak Asal Klaim Ramah Lingkungan

📅 Jumat, 14 Nov 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bobibos Viral, Wagub Jabar Pastikan Tak Asal Klaim Ramah Lingkungan Doc: Antara
Ket. Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan memberikan keterangan di Bandung.

Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan pihaknya ingin melihat terlebih dahulu kajian terkait energi alternatif, Bobibos, yang beberapa hari terakhir mencuat, guna memastikan bahan bakar dari jerami tersebut ramah lingkungan.

"Kita ingin lihat dulu kajiannya. Karena kita ingin semua ini betul-betul yang diutamakan agar ramah lingkungan," kata Erwan di Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Kamis (13/11).

Erwan mengatakan dirinya belum menerima laporan teknis terkait bahan bakar dari jerami tersebut, sehingga dirinya akan meminta dinas terkait untuk untuk juga melakukan kajian.

"Jadi apakah ini juga sudah betul-betul melalui kajian yang baik, bagaimana lingkungannya terutama untuk lingkungan, apakah ini ramah lingkungan atau tidak," ujarnya.

Bobibos merupakan inovasi dari PT Inti Sinergi Formula yang diperkenalkan pada Minggu (2/11) di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bahan bakar ini dikembangkan dari limbah pertanian, khususnya jerami, yang selama ini sering dibakar pasca panen.

Bobibos singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos. Produk ini termasuk dalam kategori Bahan Bakar Nabati (BBN) dan dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin bersama tim risetnya.

Dihimpun dari akun Instagram resmi, Bobibos melalui proses bioenergi serta suntikan serum khusus. Jerami diubah menjadi bahan bakar performa tinggi, yang setara dengan Research Octane Number (RON) 98 dan ramah lingkungan.

Selain itu, Bobibos diklaim mampu menekan emisi gas buang hingga mendekati nol, sehingga menjadi lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.

Inovasi Bobibos lahir dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Selama lebih dari 10 tahun, Ikhlas Thamrin melakukan riset mandiri untuk menemukan alternatif energi yang bersumber dari bahan baku lokal.

Jerami dipilih karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia serta efisiensi produksinya yang tinggi. Dengan bahan baku lokal tersebut, biaya produksi juga dapat ditekan sehingga harga jual Bobibos ditargetkan lebih kompetitif dibandingkan bahan bakar konvensional.

Selain memberikan manfaat bagi sektor energi, penggunaan jerami sebagai bahan baku juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi petani.

Limbah yang sebelumnya tidak bernilai, kini dapat diolah menjadi produk bernilai jual, sehingga petani dapat memperoleh tambahan penghasilan.

Bobibos diproduksi dalam dua varian, yaitu bensin dan solar. Kedua jenis bahan bakar ini dapat digunakan pada berbagai kendaraan dan mesin, seperti sepeda motor, mobil, traktor, kapal nelayan, hingga mesin industri rakyat.

Beberapa keunggulan yang dimiliki Bobibos antara lain:

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Nasional
Pemerintah Tetapkan Tarif P...
Advertisement
Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.