Transjakarta Bentuk Satgas LENTERA, Perang Total Lawan Pelecehan di Tempat Kerja
📅 Kamis, 13 Nov 2025, 16:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan tempat kerja yang aman dan berkeadilan melalui pembentukan Satgas LENTERA (Lingkungan Kerja Aman dan Setara). Satuan tugas ini menjadi garda terdepan perusahaan dalam mencegah, menangani, dan menindak tegas kasus pelecehan maupun kekerasan di lingkungan kerja.
Satgas LENTERA dibentuk sebagai implementasi dari Peraturan Direksi (Perdir) Nomor 53 Tahun 2025 tentang lingkungan kerja yang inklusif, setara, dan bebas diskriminasi. Kebijakan tersebut menjadi dasar hukum bagi seluruh karyawan untuk bekerja dalam suasana aman dan saling menghormati tanpa takut mengalami perlakuan tidak adil.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa Satgas LENTERA merupakan wadah internal yang berfungsi sebagai pendamping dan pelindung bagi korban kekerasan atau pelecehan. Satgas ini juga menjadi kanal resmi untuk pelaporan kasus secara rahasia dan bertanggung jawab.
"Satgas LENTERA dibentuk untuk memastikan setiap karyawan merasa aman di lingkungan kerja. Kami menjamin setiap laporan ditangani cepat, transparan, dan dengan menjunjung tinggi keadilan," ujar Ayu.
Ia menegaskan, relawan internal yang tergabung dalam Satgas LENTERA telah mendapatkan pelatihan khusus agar mampu menjadi fasilitator sekaligus pendamping bagi korban. Dengan mekanisme kerja yang jelas, setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur dan aturan perusahaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain menjadi tempat pengaduan, Satgas LENTERA juga berperan aktif dalam edukasi dan sosialisasi pencegahan kekerasan di tempat kerja. Transjakarta menilai pentingnya kesadaran kolektif di kalangan karyawan agar budaya saling menghormati dan menghargai dapat tumbuh di semua level organisasi.
"Direksi berkomitmen menjaga lingkungan kerja yang setara dan inklusif dengan menerapkannya dalam bentuk regulasi formal," kata Ayu.
Komitmen tersebut sejalan dengan nilai dasar perusahaan yang menempatkan kemanusiaan dan kesetaraan sebagai bagian penting dari sistem kerja. Dengan jumlah karyawan mencapai 6.538 orang, Transjakarta berupaya menciptakan ruang kerja yang sehat dan produktif, termasuk bagi lebih dari 15 persen karyawan perempuan yang menduduki posisi strategis di berbagai level.
Sebaiknya Anda baca juga:
Satgas LENTERA hadir untuk memastikan seluruh bentuk pelanggaran terhadap nilai-nilai tersebut tidak dibiarkan. Setiap laporan pelecehan atau diskriminasi akan ditangani secara profesional, tanpa memandang jabatan pelaku maupun korban.
"Perusahaan tidak mentolerir tindakan kekerasan, pelecehan, maupun diskriminasi dalam bentuk apa pun. Semua pihak akan diperlakukan setara di depan aturan," tegas Ayu.
Komitmen Transjakarta ini juga diuji ketika muncul dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan salah satu Koordinator Lapangan. Manajemen menegaskan sudah mengambil langkah penindakan sesuai prosedur disipliner perusahaan.
"Mengenai kasus yang disuarakan (yang melibatkan Koordinator Lapangan), kasus tersebut sudah ditindaklanjuti. Karyawan yang bersangkutan telah mendapat sanksi disiplin berupa Surat Peringatan Kedua (SP2)," jelas Ayu.
Ia menambahkan, pihaknya tidak segan mengambil tindakan lanjutan, termasuk pemutusan hubungan kerja, apabila ditemukan bukti baru yang memperkuat pelanggaran. Menurutnya, sikap tegas ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan integritas perusahaan.
"Kami akan melakukan tindakan tegas, bisa dalam bentuk PHK, jika ditemukan bukti-bukti baru yang mendukung keputusan tersebut," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!