Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pramono Resmikan Tangki Septik Komunal Berbasis Biogas di Pekayon

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 16:16 WIB | Oleh:
Pramono Resmikan Tangki Septik Komunal Berbasis Biogas di Pekayon Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan instalasi tangki septik komunal dengan pemanfaatan biogas di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (13/11).

Jakarta -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan instalasi tangki septik komunal dengan pemanfaatan biogas di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis. 

Pram, sapaan akrab Pramono, mengapresiasi Pemerintah Kota Jakarta Timur dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan sistem sanitasi terpadu berbasis biogas tersebut.

“Bagi saya, yang paling menggembirakan ketika Pak Wali Kota melaporkan bahwa sekarang ini untuk BAB (buang air besar) terbuka di Jakarta Timur sudah 0 persen, karena semuanya dimanfaatkan dengan fasilitas yang seperti ini,” ujar Pramono di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis.

Menurut dia, program tangki septik komunal biogas itu terbukti memberikan dampak besar. Dia pun menilai program itu tidak hanya meningkatkan kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga.

Selain mengurangi ketergantungan warga terhadap gas LPG, sistem tersebut juga berkontribusi menekan tingkat bakteri E. Coli di lingkungan permukiman.

“Warga yang dulu harus beli LPG, sekarang tidak perlu lagi. Mereka bisa menghemat sampai 1,2 juta rupiah per tahun,” kata Pramono.

Dalam kunjungannya, Pramono sempat mencoba menggoreng telur dengan menggunakan gas hasil olahan limbah tinja warga tersebut.

Dia mengatakan capaian di Jakarta Timur itu akan menjadi model pengembangan sistem biogas di wilayah lain di Jakarta, termasuk di perkantoran pemerintah dan swasta.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menjelaskan sampai dengan saat ini, instalasi biogas yang terdapat di tiga titik telah melayani 439 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.400 jiwa.

Selain itu, program tangki septik komunal tanpa biogas juga terus berjalan dan telah menjangkau hampir 3.000 KK di berbagai wilayah.

“Dari groundbreaking di Bidara Cina sampai sekarang, sudah hampir 3.000 KK terselesaikan. Ini akan terus berlanjut,” terang Munjirin.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan pihaknya mampu menekan angka BAB sembarangan menjadi nol persen melalui sistem tangki septik komunal tersebut.

Dalam program itu, limbah dari sistem tersebut diolah menjadi biogas dan disalurkan ke rumah-rumah warga.

Munjirin menambahkan keberhasilan itu tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga hasil dari edukasi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.