Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNHCR: Pengungsi Terjebak dalam Lingkaran Setan Konflik dan Iklim

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh:
UNHCR: Pengungsi Terjebak dalam Lingkaran Setan Konflik dan Iklim Doc: AFP/MICHELE CATTANI
Ket. Dua orang pengungsi Mali mengisi tong yang digunakan sebagai tangki air saat menyeberang ke Mauritania di titik perbatasan Douankara di Fassale.

JENEWA - Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin (10/11) mengatakan, jutaan pengungsi terjebak dalam lingkaran setan konflik dan iklim ekstrem, mendesak pertemuan puncak COP30 untuk menyediakan pembiayaan bagi mereka yang paling rentan.

Dikutip dari The Straits Times, UNHCR atau badan pengungsi PBB, menyatakan bahwa dalam waktu 15 tahun ke depan, wilayah yang saat ini menampung hampir separuh dari total pengungsi dunia berpotensi menghadapi paparan ekstrem terhadap guncangan terkait iklim.

“Perubahan iklim tidak hanya memperparah kerentanan yang sudah ada, tetapi juga memicu tren pengungsian baru, menciptakan risiko yang kompleks dan berlapis bagi para pengungsi... meninggalkan banyak dari mereka tanpa jalan keluar dari dampaknya,” demikian isi laporan UNHCR tersebut.

UNHCR menambahkan bahwa guncangan iklim meningkatkan kebutuhan kemanusiaan dan memperbesar risiko pengungsian berulang.

Badan itu mencatat bahwa hingga pertengahan tahun 2025, sekitar 117 juta orang telah mengungsi akibat perang, kekerasan, dan penganiayaan.

Dari jumlah tersebut, tiga dari empat tinggal di negara-negara yang menghadapi tingkat paparan tinggi hingga ekstrem terhadap bahaya terkait iklim, menurut laporan itu.

Selain itu, dalam 10 tahun terakhir, bencana yang berkaitan dengan cuaca telah menyebabkan sekitar 250 juta kasus pengungsian internal di berbagai negara.

“Cuaca ekstrem... menghancurkan rumah dan mata pencaharian, serta memaksa keluarga—banyak di antaranya sudah melarikan diri dari kekerasan untuk mengungsi sekali lagi,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi.

“Orang-orang ini telah menanggung kehilangan yang luar biasa, dan kini mereka kembali menghadapi kesulitan serta kehancuran yang sama. Mereka termasuk yang paling terdampak oleh kekeringan parah, banjir mematikan, dan gelombang panas yang memecahkan rekor, namun memiliki sumber daya paling sedikit untuk bangkit kembali,” ujarnya.

UNHCR menyebut bahwa pada tahun 2050, 15 kamp pengungsi terpanas di dunia yang terletak di Gambia, Eritrea, Ethiopia, Senegal, dan Mali—diperkirakan akan mengalami hampir 200 hari tekanan panas berbahaya setiap tahunnya.

Di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara tradisional merupakan donatur terbesar dunia—telah memangkas bantuan luar negerinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.