Program SPHP Terus Bergulir, Bulog Salurkan 603 Ribu Ton Beras ke Pasar
📅 Selasa, 11 Nov 2025, 20:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ M. Sahbainy Nasution
JAKARTA – Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berperan penting dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras di pasar domestik, terutama saat terjadi tekanan harga akibat fluktuasi produksi atau gangguan pasokan.
Melalui penyaluran beras SPHP, pemerintah berupaya menekan laju inflasi pangan, menjaga daya beli masyarakat berpendapatan rendah, serta memastikan stabilitas pasar beras nasional.
Secara analitis, efektivitas program ini bergantung pada ketepatan sasaran distribusi, efisiensi logistik, dan koordinasi antara Bulog, pemerintah daerah, serta pelaku ritel.
Selain sebagai instrumen stabilisasi jangka pendek, SPHP juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kebijakan pangan nasional.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan realisasi penyaluran beras program SPHP mencapai 603 ribu ton hingga 10 November 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bulog telah menyalurkan beras SPHP sebanyak lebih dari 603 ribu ton per 10 November 2025," kata Rizal di Jakarta, Selasa (11/11).
Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui tujuh jenis gerai resmi yaitu pengecer di pasar rakyat; Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; pemerintah daerah melalui gerai pangan binaan dan Gerakan Pangan Murah (GPM); BUMN melalui gerai BUMN; instansi pemerintah (TNI-Polri); koperasi atau GPM; Rumah Pangan Kita (RPK) Perum Bulog, hingga ritel modern.
"Pendekatan kolaborasi pentahelix ini memungkinkan Bulog mempercepat distribusi beras dari gudang sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahkan sebelumnya Bulog juga berkolaborasi dengan PT Pegadaian, sebagai salah satu saluran resmi penjualan beras SPHP, yaitu melalui gerai BUMN. Kolaborasi itu dilakukan guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah melalui kegiatan operasi pasar murah.
Dalam program ini, Pegadaian memberikan kupon stimulus senilai Rp40 ribu dan Rp50 ribu yang dapat digunakan untuk membeli beras, minyak goreng, dan gula dengan harga yang lebih terjangkau. Penerima kupon juga otomatis terdaftar sebagai nasabah baru Pegadaian.
"Program kolaborasi ini telah digelar di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat, akan diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia," beber Rizal.
Selain itu, Bulog sedang menyusun kolaborasi strategis dengan jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia. Kerja sama itu secara spesifik bertujuan untuk mengoptimalkan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP), khususnya melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Dalam implementasinya, penyaluran beras SPHP ke Lapas akan melibatkan Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Inkopasindo) sebagai mitra outlet resmi yang bertanggung jawab atas pendistribusian SPHP di lingkungan Lapas.
Di balik masifnya penyaluran tersebut, lanjut Rizal, Bulog tidak menyampingkan kualitas beras SPHP. Pemeliharaan beras di Gudang Bulog dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan awal saat beras masuk, hingga pengawasan rutin harian, mingguan, bulanan, hingga semester.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!