Mentan Dorong Semangat Kepahlawanan Wujudkan Kedaulatan Pangan
📅 Selasa, 11 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
Perjuangan para pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan harus menjadi inspirasi bagi seluruh petani dan pelaku pertanian dalam menjaga kemandirian pangan.
Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerukan semangat kepahlawanan kepada seluruh jajaran di kementeriannya agar tetap kompak dan berjuang mewujudkan kedaulatan pangan sebagai wujud pengabdian nyata bagi kejayaan bangsa Indonesia.
"Hari ini kita mengenang pahlawan yang telah mengorbankan segalanya untuk kemerdekaan. Tapi perjuangan belum selesai. Kini perjuangan itu kita lanjutkan dengan ilmu, empati dan pengabdian. Dan para pejuang itu adalah Anda semua, pahlawan pangan Indonesia,” kata Mentan dalam amanatnya saat menjadi inspektur upacara Hari Pahlawan 2025 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (10/11).
Seperti dikutip dari Antara, Amran mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tetap kompak, solid dan fokus membela kepentingan bangsa, yaitu Indonesia berdaulat pangan.
Amran menegaskan perjuangan menuju kedaulatan pangan bukan tanpa tantangan. Ia menyebutkan kebijakan penghentian impor beras dan jagung berdampak pada kepentingan pihak tertentu yang selama ini diuntungkan dari praktik impor.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jangan bela pribadi saya. Bela Kementerian Pertanian dan petani Indonesia. Itulah perjuangan sejati. Banyak yang tidak senang kalau Indonesia berdaulat pangan, tapi kita harus sabar dan terus bekerja. Ini semua demi Merah Putih,” ujarnya.
Mentan mengingatkan semangat kepahlawanan tidak hanya lahir di medan perang, tetapi juga tumbuh dari kerja keras para petani, penyuluh dan pegawai pertanian yang berjuang mewujudkan kedaulatan pangan bangsa.
Dia menegaskan semangat kepahlawanan harus diwujudkan dalam kerja nyata. Ia mengingatkan banyak pegawai dan petugas lapangan yang bekerja tanpa mengenal waktu demi menjaga ketahanan pangan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kesempatan itu, ia mencontohkan beberapa pegawai yang mengalami kecelakaan dan jatuh sakit saat bertugas. Ia menyebut mereka sebagai pahlawan sejati.
“Mereka jatuh karena berjuang untuk swasembada. Mereka adalah pahlawan pangan kita. Biaya perawatan mereka akan kami tanggung, bukan sebagai Menteri, tapi sebagai sesama pejuang Merah Putih,” ucapnya.
Generasi Muda
Seiring dengan itu, Perum Bulog mendorong generasi muda untuk aktif menjadi pelaku rantai pasok pangan nasional guna memperkuat distribusi dan menjaga stabilitas harga.
Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita mengatakan generasi muda atau Gen Z kini punya peluang besar untuk ikut menjaga ketahanan pangan nasional dengan menjadi bagian dari rantai distribusi bahan pokok secara mandiri dan fleksibel dari rumah.
"Adik-adik Gen Z bisa ikut mendistribusikan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), minyak, gula, dan komoditas lainnya," kata Febby dalam Nusantara Food Summit 2025 yang digelar di Tangerang, di Jakarta, Senin.
Melalui dukungan platform digital, peluang itu tidak hanya memperluas jaringan distribusi pangan, tetapi juga membuka ruang bagi Gen Z untuk memperoleh keuntungan sekaligus berkontribusi bagi ekonomi nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!