Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Danantara Hati-Hati Sikapi Merger GoTo-Grab: Tunggu Panduan Pemerintah!

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Danantara Hati-Hati Sikapi Merger GoTo-Grab: Tunggu Panduan Pemerintah! Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Wisma Danantara Indonesia.

JAKARTA – Potensi merger antara GoTo dan Grab mencerminkan dinamika baru dalam peta persaingan ekonomi digital Asia Tenggara. Konsolidasi dua raksasa ini dapat menciptakan entitas super-app yang lebih efisien, dengan pangsa pasar dominan di layanan transportasi daring, pesan-antar makanan, dan fintech.

Dari sisi bisnis, merger ini berpotensi menekan biaya operasional, memperkuat posisi negosiasi terhadap investor, serta meningkatkan profitabilitas jangka panjang. Namun, secara makroekonomi dan regulasi, langkah ini juga menimbulkan tantangan—terutama risiko monopoli, berkurangnya kompetisi pasar, serta dampak terhadap ekosistem startup lokal.

Oleh karena itu, keberhasilan merger sangat bergantung pada kemampuan kedua perusahaan menjaga keseimbangan antara efisiensi bisnis dan kepatuhan terhadap prinsip persaingan sehat.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyebutkan pihaknya mengikuti arahan dan masukan pemerintah soal keterlibatan dalam penggabungan antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab.

"Kalau soal itu (penggabungan GoTo dan Grab) kita serahkan ke perusahaan masing-masing. Kan pemerintah juga sudah memberikan masukan, kita pasti ikuti masukannya dari pemerintah," kata Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menjawab pertanyaan media seusai pembukaan Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 di Jakarta, Selasa (11/11).

Pandu memastikan Danantara akan mendengarkan masukan lebih lanjut dari pemerintah.

Ia juga meyakini bahwa pemerintah memiliki keinginan yang baik bagi kelangsungan bisnis pada ekosistem digital.

"Kita tentu mendengarkan masukan pemerintah. Pasti inginnya sangat baik. Tapi, tentu kita harus fokus B2B antara kedua perusahaan itu," ujar Pandu.

Di tengah isu penggabungan kedua perusahaan, Pandu menegaskan bahwa yang paling penting yakni fokus pada hubungan kedua bisnis atau business-to-business (B2B).

Dalam hal ini, Danantara juga akan terus meninjau proses B2B antara GoTo dan Grab.

Menurutnya, Danantara juga akan mendukung hubungan bisnis kedua belah pihak.

Ia menggarisbawahi pentingnya untuk menciptakan keuntungan komersial (commercial return).

"Nantinya, kita pasti akan support, tapi kita lihat. Karena yang penting juga dari sisi commercial return harus ada. Jadi, kita harus juga menjaga itu," kata Pandu.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut adanya rencana penggabungan antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.