Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Senja di Masjidil Haram: Cahaya Keemasan Menyelimuti Kota Makkah

📅 Senin, 10 Nov 2025, 11:57 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Dari sini bisa melihat semua kota Makkah," katanya.

Sekitar pukul 17.00 waktu setempat, di atas Jabal Khandamah suasana terasa damai. Angin sore berhembus pelan dari lembah, kendati masih terasa kering. Dari atas, Masjidil Haram tampak seperti permata putih dengan pijaran lampu putih di tengah lautan bangunan. Abraj Al-Bait berdiri kokoh, dikelilingi gedung-gedung perhotelan yang padat memenuhi celah-celah Makkah al-Mukarramah.

Para peserta umrah terpaku mengamati pemandangan itu sambil duduk di atas bebatuan pinggir bukit. Untuk mengabadikan momen, banyak dari mereka yang juga sibuk memotret pemandangan dengan gawai masing-masing.

Saksi sejarah Rasulullah SAW

Di balik ketenangan sore yang memukau itu, Jabal Khandamah menyimpan sejarah panjang yang mengiringi perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.

Bukit ini pernah menjadi bagian dari jalur yang dilalui Nabi saat berhijrah dari Makkah menuju Madinah. Dalam perjalanan penuh risiko itu, Rasulullah SAW dan sahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu (RA), melewati berbagai medan berat, termasuk perbukitan di sekitar Khandamah.

Kontur terjal dan berbatu membuat kawasan ini menjadi tempat perlindungan yang ideal dari ancaman kaum Quraisy yang mengejar mereka.

Tak hanya itu, Jabal Khandamah juga tercatat dalam peristiwa Penaklukan Kota Makkah atau yang dikenal sebagai Fathu Makkah. Ketika Rasulullah SAW bersama 10 ribu pasukan Muslim memasuki kota dengan damai, sebagian pasukan melintasi wilayah timur, termasuk jalur di sekitar Khandamah. Dari arah bukit inilah mereka turun menuju lembah Makkah, memastikan penaklukan berlangsung tanpa pertumpahan darah.

Namun jauh sebelum itu, konon Jabal Khandamah juga menjadi saksi masa kelam dalam sejarah awal Islam.

Di lembah-lembah di sekitar bukit ini, Rasulullah SAW dan para pengikutnya dari Bani Hasyim dan Bani Muthalib pernah mengalami masa boikot oleh kaum Quraisy selama tiga tahun.

Mereka diisolasi dari perdagangan dan kehidupan sosial, dilarang berinteraksi, bahkan sulit mendapatkan makanan. Dalam beberapa riwayat disebutkan, mereka bertahan hidup dengan memakan dedaunan kering dan kulit hewan. Tangis anak-anak yang kelaparan disebut pernah bergema di antara bebatuan bukit.

Namun, dari penderitaan itulah lahir keteguhan iman yang luar biasa. Khandamah beserta bentang perbukitan di sekitarnya menjadi simbol kesabaran dan keyakinan yang tak tergoyahkan. Dari lembah di sekitarnya, cahaya Islam justru menyala semakin terang.

Kini, Jabal Khandamah bukan lagi tempat persembunyian atau pengasingan. Ia menjadi ruang perenungan dan obyek wisata yang dicari  jamaah umrah. Dari puncaknya, Makkah tampak dalam dua wajah. Makkah yang modern dengan gemerlap lampu dan gedung-gedung yang padat, serta sisi Makkah yang spiritual dengan Masjidil Haram dan Ka'bah sebagai pusat cahaya yang tak pernah padam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.