Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir Masih Jadi Masalah Terbesar Kota Semarang yang Tak Kunjung Terselesaikan

📅 Senin, 10 Nov 2025, 07:20 WIB | Oleh:

Seperti Sungai Sringin dan Tenggang yang selama ini menjadi sorotan ketika banjir, ternyata berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.

Untuk mengatasi banjir, Rumah Pompa Sringin dan Tenggang memang sudah ada, tetapi kapasitas pompanya dinilai tak mampu mengatasi banjir karena debit air yang terlalu besar.

Berdasarkan data dari BBWS Pemali Juana, total kapasitas pompa yang dikerahkan di empat titik utama penanganan banjir di Kota Semarang, yakni Sungai Sringin, Terboyo, Kali Tenggang, dan Pasar Waru, mencapai 30.360 liter per detik.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY juga membangun sodetan Sungai Sayung yang akan memiliki panjang sekitar 168 meter untuk memperlancar aliran air.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mempercepat pengerukan Kolam Retensi Terboyo demi mengatasi banjir yang terjadi di Kota Semarang dan Kabupaten Demak yang tak kunjung surut.

"Kami usulkan agar Kolam Retensi Terboyo diperlebar dan perdalam," katanya, di sela memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Banjir Kota Semarang.

Sedangkan Pemerintah Kota Semarang mengoptimalkan pompa-pompa yang dimiliki untuk menyedot air yang ada di kawasan permukiman.

Curah hujan memasuki awal November 2025 juga berangsur berkurang sehingga upaya pemompaan air bisa berjalan maksimal untuk mengurangi debit air banjir.

Sepertinya, operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dimulai sejak Sabtu (25/10) mulai membuahkan hasil dan cukup efektif mengurangi curah hujan di kawasan rawan banjir, seperti Kaligawe, Mangkang, dan wilayah Pantura lainnya.

Dengan kerja kolaboratif, antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat, banjir akhirnya teratasi pada Senin (3/11), termasuk di Jalan Kaligawe, menyisakan kubangan-kubangan air di jalan yang berlubang.

Aktivitas masyarakat dan lalu lintas di kawasan utama Kaligawe yang semula lumpuh berangsur normal, demikian juga di permukiman-permukiman sekitarnya seiring berangsur surutnya banjir.

Mitigasi dan Solusi Jangka Panjang

Meski banjir sekarang sudah surut, bukan berarti lantas membuat masyarakat tenang, apalagi BNPB mewanti-wanti untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem hingga awal tahun depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.