Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apakah Pria Akan Punah?

📅 Senin, 10 Nov 2025, 07:36 WIB | Oleh:
Apakah Pria Akan Punah? Doc: INDRANIL MUKHERJEE / AFP
Ket. Ahli genetika klinis di Rumah Sakit Manipal, Bangalore, mengamati melalui mikroskop selama proses analisis kromosom di laboratoriumnya di Bangalore,Beberapa waktu lalu.

BUKALAH buku teks biologi di sekolah, dan di sana akan terlihat aturannya tampak rapi. Dua kromosom X berarti perempuan, dan kromosom X berpasangan dengan kromosom Y berarti laki-laki. Kromosom Y yang jauh lebih kecil itu membawa gen SRY, yang merupakan pengalih perkembangan testis.

Selama kurang lebih 300 juta tahun terakhir, sistem ini telah bekerja dengan sangat baik. Namun, kini, perbincangan di kalangan ahli genetika mengisyaratkan adanya sesuatu yang salah.

Ternyata seiring waktu, kromosom Y telah kehilangan bagian-bagiannya sendiri. Model komputer menunjukkan bahwa bagian-bagian terakhir tersebut dapat lenyap dalam waktu sekitar 11 juta tahun.

Kehilangan kromosom (chromosome loss/LOY) bukanlah masalah sepele, karena apa yang dimilikinya atau yang dilepaskannya dapat memengaruhi segalanya, mulai dari risiko kanker hingga bagaimana manusia di masa depan bereproduksi.

Akankah hal itu melenyapkan pria dari planet ini, atau akankah kehidupan hanya mengabaikannya dan menciptakan rencana baru?

Hewan pengerat di pulau-pulau terpencil dan perubahan halus di dalam sumsum tulang manusia yang menua kini memberikan petunjuk. Satu kisah menunjukkan bagaimana mamalia terus menghasilkan pejantan setelah LOY-nya menghilang sepenuhnya.

Kromosom X membawa sekitar 900 gen yang melakukan segalanya, mulai dari menghubungkan saraf hingga memperbaiki DNA. Sementara itu pasangannya, kromosom Y, hanya menyimpan sekitar 55 gen saja.

Penelitian perbandingan antar mamalia menunjukkan bahwa, setelah garis keturunan manusia terpisah dari platipus sekitar 166 juta tahun yang lalu, kromosom Y mulai kehilangan sekitar lima gen setiap satu juta tahun. Jika garis keturunan itu diteruskan, angkanya akan menjadi nol dalam 11 juta tahun sebuah detak jantung geologis.

Kebanyakan ahli biologi pernah menganggap hasil itu hanya sensasi belaka. Lagipula, banyak spesies tidak pernah melepaskan kromosom seks mereka. Namun, gagasan itu mendapatkan daya tarik ketika para peneliti menemukan tikus berduri Jepang dan beberapa spesies tikus mol yang berkembang biak saat ini tanpa kromosom Y sama sekali.

Entah bagaimana, mereka telah mengubah sirkuit tradisional untuk membentuk testis. Namun hewan pengerat ini tambah mengubah aturan. Pada tahun 2022, para ilmuwan menemukan potongan DNA duplikat di dekat gen yang disebut SOX9 pada tikus berduri. Biasanya, gen lain (SRY) mengaktifkan SOX9 untuk mengembangkan sifat jantan.

Namun pada tikus ini, salinan DNA baru tersebut melakukan tugasnya sendiri bahkan tanpa kromosom Y sehingga hewan yang secara genetik betina (XX) masih dapat berkembang menjadi jantan.

Penemuan itu mengisyaratkan bahwa, jika kromosom Y manusia punah suatu hari nanti, seleksi alam dapat mendorong pemicu alternatif. Populasi yang berbeda bahkan mungkin menetap pada pemicu yang berbeda, yang pada akhirnya terpecah menjadi spesies terpisah yang tidak dapat kawin silang. Idenya terdengar seperti fiksi ilmiah, tetapi kenyataan pada hewan pengerat menunjukkan bahwa hal itu mungkin secara genetik.

Berdampak pada Kesehatan

Jauh sebelum perombakan besar-besaran pada seluruh spesies, banyak pria telah kehilangan kromosom Y sel demi sel. Dimulai pada usia lima puluhan, sel punca sumsum tulang terkadang salah memisahkannya selama pembelahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.