Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tuberkulosis Tanpa Gejala Nyata Ada dan Menular

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 15:45 WIB | Oleh:
Tuberkulosis Tanpa Gejala Nyata Ada dan Menular Doc: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Ket. Sejumlah warga lansia antre untuk mendaftar dan perpanjangan program Kartu Layanan Gratis pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (2/11).

Jakarta, 09/11 (ANTARA) - Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama berpendapat bahwa Tuberkulosis tanpa gejala (asymptomatic tuberculosis) perlu dikampanyekan saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Bundaran HI, Jakarta.

"Bisa dimulai di Jakarta," kata dia di Jakarta, Ahad.

Tjandra yang juga Dewan Penasihat Stop TB Partnership Indonesia (STPI) mengatakan, angka kasus TB tanpa gejala bisa sampai separuh dari kasus bergejala yang ditemukan.

"Analisis data penelitian dari 14 negara di Asia dan Afrika menunjukkan dugaan bahwa sekitar dua per tiga penularan TB di dunia terjadi dari kasus TB tanpa gejala ini," kata dia.

Karena itu, dia berpendapat pemerintah perlu memberi perhatian pada TB tanpa gejala termasuk dalam kampanye seperti saat HBKB atau "Car Free Day" (CFD) termasuk di Jakarta.

Lalu, karena pasien TB tanpa gejala tidak akan datang berobat ke fasilitas kesehatan, maka satu-satunya cara menemukan mereka adalah dengan melakukan skrining yang seksama di seluruh pelosok negeri.

Mengenai pengobatan TB tanpa gejala, merujuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sama dengan regimen pengobatan pasien TB yang bergejala.

Sementara itu, pemerintah pusat mengadakan "Kampanye TOSS TBC: Temukan-Obati-Sampai Sembuh" yang diadakan serentak di delapan provinsi prioritas termasuk Jakarta di area HBKB Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Melalui kampanye ini, pemerintah mengajak masyarakat peduli dan bergerak bersama melawan TB.

"Kami menyambut baik kegiatan ini dan diharapkan dapat menjadi pemicu peningkatan program eliminasi TB yang jadi salah satu bagian dari Astacita," ujar Tjandra.

Di Jakarta, Dinas Kesehatan DKI sudah menemukan sebanyak 46.308 kasus Tuberkulosis (TB) baru hingga Oktober 2025, lebih dari separuh target penemuan kasus tahun ini, yakni 70.258 kasus.

Dari 46.308 pasien TB baru tersebut sebanyak 90 persen atau 41.628 orang sudah memulai pengobatan. Sementara sisanya masih terus diupayakan agar mau berobat sampai sembuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.