Makna Lagu Baru Katy Perry ‘Bandaids’, Diduga Sindiran untuk Orlando Bloom
Sabtu, 08 Nov 2025, 10:38 WIBJAKARTA - Penyanyi internasional Katy Perry kembali menarik perhatian publik lewat perilisan lagu terbarunya berjudul âBandaidsâ. Lagu yang resmi dirilis pada Kamis (6/11) itu diduga kuat merupakan bentuk sindiran terhadap mantan kekasihnya, Orlando Bloom, usai hubungan mereka berakhir beberapa bulan lalu.
Video musik Bandaids menampilkan Katy menghadapi serangkaian situasi berbahaya dan melelahkan secara emosional. Namun, yang paling disorot adalah lirik lagu yang menggambarkan perjuangannya menyelamatkan hubungan yang telah lama kehilangan makna. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang terus berusaha memperbaiki hubungan meskipun pasangannya hadir secara fisik, tetapi absen secara emosional.
Sebagaimana diketahui, Perry dan Bloom resmi mengakhiri hubungan mereka pada Juli lalu. Pasangan yang mulai berkencan sejak 2016 ini dikaruniai seorang putri bernama Daisy. Sejumlah sumber menyebut kesibukan keduanya menjadi pemicu utama renggangnya komunikasi hingga memutuskan untuk berpisah.
Kini, Perry disebut telah menemukan kebahagiaan baru. Ia dikabarkan menjalin hubungan dengan mantan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, setelah keduanya terlihat merayakan ulang tahun bersama pada Oktober lalu.
Melalui Bandaids, Perry tampak mengisyaratkan alasan di balik kandasnya hubungan dengan Bloom. Lagu ini dibuka dengan lirik, âHand to God, I promised, I tried. Thereâs no stone left unturned. Itâs not what you did, itâs what you didnât. You were there, but you werenât.â
Terjemahan bebasnya, âDemi Tuhan, aku sudah berusaha. Tidak ada satu pun yang terlewat. Ini bukan tentang apa yang kamu lakukan, tapi tentang apa yang tidak kamu lakukan. Kamu di sana, tapi sebenarnya tidak hadir.â
Bagian reff lagu itu juga menyinggung upayanya memulihkan diri, âTried all the medications. Lowered my expectations. Made every justification. Bleeding out slow. Band-Aids over a broken heart.â Ia menggambarkan dirinya telah menurunkan ekspektasi dan mencari segala cara untuk menyembuhkan luka batin akibat hubungan yang gagal.
Simbol paling menarik muncul di video klip, ketika Perry menemukan bunga Daisy di tengah bahaya. Adegan itu dimaknai sebagai representasi sang putri yang menjadi penyelamat dalam kehidupannya.
Meski liriknya bernada pilu, lagu ini ditutup dengan refleksi penuh penerimaan. âIf I had to do it all over again, I would still do it all over again. The love that we made was worth it in the end,â yang berarti ia tidak menyesali perjalanan cintanya di masa lalu.
Melalui Bandaids, Katy Perry tampaknya mengajak pendengar memahami bahwa cinta yang berakhir tidak selalu berarti penyesalan, tetapi bisa menjadi proses penyembuhan dan pembelajaran.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Reza Aditya Firdaus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.