Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kapolres Jaksel: Pondok Labu Siap Jadi Kampung Tangguh Antinarkoba

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 15:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kapolres Jaksel: Pondok Labu Siap Jadi Kampung Tangguh Antinarkoba Doc: Antara Foto
Ket. Polres Metro Jakarta Selatan mendukung Kelurahan Pondok Labu, Cilandak menjadi kampung tangguh antinarkoba, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Polres Metro Jakarta Selatan (Polres Jaksel) mendukung Kelurahan Pondok Labu, Cilandak untuk menjadi kampung tangguh antinarkoba sebagai salah satu sinergi antara polisi dan masyarakat.

"Karena kita tahu bahwa narkoba itu adalah musuh bersama," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly di Pondok Labu Jakarta, Kamis.

Nicolas mengatakan pada satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Polri berhasil memberantas atau menangani narkoba sebanyak 214 ton.

Maka itu, penting peran masyarakat sebagai wujud nyata untuk membantu polisi memberantas narkoba di lingkungan masing-masing.

"Kami sangat berharap ada kolaborasi di antara pihak Polres Metro Jaksel dengan warga Pondok Labu ini khususnya intervensi berbasis masyarakat (IBM) dan juga relawan antinarkoba," ucapnya.

Ditekankan, tugas pokok Polri yakni upaya preemtif, preventif, dan represif. Preemtif yaitu menyentuh hati warga untuk memberikan kesadaran dampak negatif penyalahgunaan narkoba yang akan merusak lingkungan dan juga pribadi para pelaku narkoba itu sendiri.

Kemudian, upaya preventif yakni melalui sosialisasi kampanye-kampanye antinarkoba melalui masyarakat yg tergabung dalam kelompok relawan seperti IBM.

"Lalu, tindakan represif itu upaya pemberantasan, penegakan hukum terhadap penyalahgunaan itu sendiri," ucapnya.

Ke depannya, Polres Metro Jakarta Selatan akan terus melakukan patroli dan sosialisasi terkait pencegahan penggunaan narkoba di wilayah itu.

Kampung tangguh antinarkoba di Pondok Labu, Jakarta Selatan telah berdiri sejak 2022 dengan dipelopori kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan narkoba.

BNN RI mencatat Jakarta menjadi titik episentrum peredaran gelap narkoba dengan tingkat prevalensi penyalahguna mencapai 3,3 persen atau setara dengan 132 ribu jiwa hingga awal 2025.

Berdasarkan data dan pemetaan yang dilakukan, terdapat 112 kawasan rawan narkoba di Provinsi DKI Jakarta.

Sebagai bentuk penanganan, BNN Provinsi menyampaikan saat ini terdapat empat klinik yang diketahui telah memberikan layanan rehabilitasi kepada 1.150 penyalahguna di DKI Jakarta.

Kemiskinan dimanfaatkan oleh para bandar untuk membentuk patron-patron sosial baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Jaga Stabilitas Ekonomi, Pe...
Luar Negeri
Satu Orang Tewas, Lima Luka...
Megapolitan
Polisi Berhasil Gagalkan Re...

PT KAI Operasikan 39 Trainset Baru

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
PT KAI Operasikan 39 Trains...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.